Kamis, 19 Januari 2017

Elias Kandou, Guru Tua Minahasa







 





Albertina Kandou, putri Elias dengan muridnya. *)




Guru Minahasa tempo dulu selalu hebat, terkenal perannya karena melahirkan banyak para cerdik-cendekia dan tokoh-tokoh yang kemudian mengharumkan Minahasa. Tidak itu saja, sampai akhir masa penjajahan Belanda, para guru Minahasa seakan merambah di mana-mana penjuru Indonesia, membaktikan ilmu pengetahuan dan hidupnya untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Elias Kandou asal Tonsea Lama, desa di Tondano Utara, dulu masuk Airmadidi dan di masanya masih sebagai negeri Distrik Tonsea; adalah salah seorang pionir guru asal Minahasa yang berkiprah di luar Tanah Minahasa.

Elias Kandou lahir tahun 1853 di Tonsea Lama. Ia mengikuti pendidikan guru di Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers Tondano yang dipimpin oleh Leendert Gerardus van der Hoek serta wakilnya Lambertus Mangindaan. Tahun 1873, ia berhasil menamatkan sekolahnya. Begitu lulus dari sekolah pendidikan guru pribumi tersebut, ia langsung diangkat sebagai guru di Openbare Inlandsche School Airmadidi.

BELAJAR DI BELANDA
Hampir lima tahun mengajar di Airmadidi, awal tahun 1878 ia berhasil terpilih untuk mengikuti pendidikan guru lebih tinggi di Negeri Belanda. Elias Kandou terpilih mewakili Minahasa bersama teman sekelasnya di Kweekschool Tondano Jozias Ratulangi. Saat itu pun, terhitung bulan Mei ia memperoleh promosi sebagai guru Inlandsch klas satu. Promosi diterimanya ketika ia bersama Jozias Ratulangi tengah berada di atas kapal uap Prins van Oranje yang berlayar dari Batavia ke Amsterdam (baca: Hebatnya Keluarga Ratulangi).

Bersama wakil dari Jawa asal Muntilan, Raden Kamil, Elias Kandou dan Jozias Ratulangi mengharumkan Indonesia ketika berhasil lulus dari Rijkskweekschool di Haarlem Belanda 21 September 1880, dengan meraih acte-examens voor Hulponderwijzers. Sebab, dari 16 peserta ujian, enam orang gagal, justru wakil dari tanah jajahan, lulus dengan cemerlang.

Tiba kembali 1881, Elias Kandou ditempatkan mengajar di sekolah dimana ia belajar pertama, Kweekschool Tondano, sedangkan Jozias Ratulangi di School voor
Zonen van Inlandsche Hoofden, juga di Tondano. Elias Kandou dipromosi jadi Onderwijzer (guru) klas tiga. Bulan Maret 1882 ia menggantikan posisi mengajar Lambertus Mangindaan yang berhenti di Kweeskchool (baca pula: Lambertus Mangindaan, Guru Pertama Lulusan Belanda).

Terhitung tanggal 1 Mei 1885 Elias Kandou dimutasi. Ia diangkat sebagai guru di Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzer ketika masih milik Nederlandsch Zending-Genootschap di Ambon Maluku. Di sekolah ini ia bertemu Kawanua lain, yakni Paulus Najoan yang menjadi guru handteekenen dan terkenal sebagai pelukis yang mengajar di sekolah itu sejak Oktober 1885 (baca: Pelukis Paulus Najoan dan Frederik Kasenda).

Guru Elias Kandou sejak 21 Maret 1886 menjadi Inlandsch Hulponderwijzer rang kesatu, termasuk sebagai orang ketiga di sekolah tergolong sangat bergengsi ketika itu. Kedudukannya dibawah Hoofdonderwijzer F.E.Luitjes dan guru H.W.Bosman lalu pengganti-penggantinya G.Valk, D.Vooren dan kemudian A.Ch.Cramer.

Awal bulan Oktober 1900, Elias Kandou diangkat sebagai Adjunct Inspecteur Inlandsch Onderwijs wilayah lima (vijfde afdeeling) yang berkedudukan di Tondano, sebagai wakil dari Inspektur D.Vooren yang berkedudukan di Ambon. Tugasnya adalah menginspeksi sekolah-sekolah pribumi terutama yang ada di Keresidenan Manado. Jabatan yang biasanya hanya dipegang oleh guru senior bangsa Belanda. Ia menjadi perintis orang Indonesia dalam kedudukan demikian. Teman sekolahnya di Belanda Raden Kamil baru menyusul diangkat dalam jabatan adjunct inspecteur wilayah dua di Semarang Februari 1901.

Tidak lama, karena terhitung 8 Juli 1901 Elias Kandou pindah dari Kweekschool Ambon menjadi guru di Openbare 5e Lagere School voor Europeanen di Batavia yang bergengsi. Kemudian sejak Januari 1902 ia menjadi Hulponderwijzer di bagian persiapan dari School tot Opleiding voor Inlandsche Geneeskundigen di Weltevreden.

Bulan Desember 1902 guru Elias Kandou kembali mengajar di Kweekschool Ambon. Ia kemudian meninggal dunia di Surabaya tanggal 11 Oktober 1905.

KELUARGA
Elias Kandou kawin tahun 1885 dengan Clara Amelia Supit (meninggal di Amsterdam April 1919). Anak mereka rata-rata menjadi terkenal. Putrinya Albertina Johanna Helena Kandou lulus dari Gymnasium Willem III Batavia menjadi wanita pertama di Indonesia asal Minahasa yang tanggal 10 Juni 1916 berhasil lulus dan meraih acte-examens Lager Onderwijzers (LO) di Amsterdam Belanda. Ia pernah mengajar di Sekolah Klas 2 Manado, Europeesche Lagere School Bandung dan Hollandsch Chineesche School Kediri.



Foto lain Albertina Kandou. *)

Putranya bernama Apelles Tobias Thomas Kandou adalah orang Minahasa pertama yang masuk dan lulus dari Sekolah Pelayaran di Batavia setelah menamatkan Hoogere Burgerschool (HBS) Batavia 1898. Ia sempat jadi kelasi di kapal samudera, kemudian peroleh ijazah Grote Vaart Diploma untuk pelayaran samudera sebagai orang Indonesia pertama yang dapat ijazah demikian. Bekerja sampai pensiun sebagai kapten kapal-kapal milik KPM selang 1920-1930.

Salah seorang cucu Elias Kandou, yakni Thomas Wijnand Elias Kandou (1930-1991), putra Apelles, menjadi perwira menengah angkatan laut (Koninklijk Marine) kerajaan Belanda, terakhir berpangkat Kapitein ter zee vlieger, pernah menjadi Komandan Skuadron 320 di Valkenburg Belanda yang terkenal.  ***
                                                                                     



*).Foto koleksi NMVW-Tropen Museum.

BAHAN OLAHAN
Delpher Kranten
Ensiklopedia Tou Manado
Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie.
  

Rabu, 18 Januari 2017

Manado Tahun 1873

















Rumah di Tondano. *)






Selalu menarik mengikuti perjalanan sejarah Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Provinsi Gorontalo, bahkan Sulawesi Tengah ketika masih bernama Keresidenan Manado.

Keresidenan Manado, telah berdiri sendiri, lepas dari Provinsi Maluku dengan beslit 31 Agustus 1861 (Staatsblad 128). Minahasa-Manado terbagi 5 afdeeling, yakni: Manado, Kema, Tondano, Amurang dan Belang, serta Afdeeling Gorontalo mencakup kerajaan-kerajaan di sepanjang pantai utara Sulawesi hingga wilayah di Teluk Tomini dan pulau-pulaunya.

Penduduk, dicatat pribumi Minahasa sebanyak 114.979 jiwa, Tionghoa 1.634, Eropa 746 dan Arab 18. Jumlah ini tidak dihitung dengan Sangihe-Talaud sekitar 86.500, penduduk pantai utara Sulawesi 24.500 dan Gorontalo 287.500 jiwa (mencakup pula penduduk di kawasan Sulawesi Tengah sekarang).

Kehakiman di Manado masih ditangani oleh lembaga bernama Land-of Minahassaraad (bukan Minahasaraad bentukan 1919 yang merupakan Dewan Minahasa). Lembaga ini kemudian dimoikan menjadi Landraad. Ketuanya belum dipimpin seorang Hakim, tapi masih dirangkap jabatan oleh Residen Manado. Anggotanya selalu dua ambtenar atau warga Eropa, serta wakil Minahasa Kepala Distrik, selalu pula yang ada di pusat kota Manado. Bertindak sebagai Jaksa Kepala (Hoofddjaksa) adalah A.B.Kalenkongan sejak 22 Agustus 1861, jurutulis (Griffier) adalah komies dari kantor Residen, dan jurusita (deurwaarder) J.E.Pattijnama.

Keamanan diayomi Schutterij, dengan komandan adalah J.Schoe (sejak 20 Januari 1859) berpangkat Kapitein. Staf terdiri Letnan Dua A.Willigen (17 Februari 1867) sebagai ajudan, dan kwartiermeester Letnan Dua J.P.Tokaija (12 Oktober 1866). Perwira lain adalah Letnan Satu J.H.B.Schutz (10 Oktober 1866), Letnan Dua D.H.C.Verploegh Chasse (10 Maret 1870), dan Letnan Dua Kitjil Ali (7 Maret 1862), pimpinan orang Islam Manado.

Di Kema, komandan Schutterij adalah Letnan Satu H.van Heuckelum (10 Juni 1872). Komandan Amurang Letnan Satu F.A.Hennige (10 Juni 1872), dan di Belang, dipegang J.Manuhurapon (3 Oktober 1872).

Tulisan ini menyambung kronika Manado Tahun 1831, Manado Tahun 1848, Manado Tahun 1850, Manado Tahun1859, dan Manado Tahun 1870. Kali ini dirangkum dari Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie tahun 1873. Tahun disini harus dibaca sebagai aktivitas serta apa dan siapa Manado tahun sebelumnya 


PERSONIL KERESIDENAN
Residen: P.van der Crab (sejak 27 Desember 1871).
Sekretaris Residen: P.F.L.Kist (5 Mei 1872). Merangkap fungsi notaris dan vendumeester.
Kommies: N.H.Hartman (28 November 1866).
Kommies Ketiga: F.A.Hemmelmann (27 Februari 1872).
Kapitein Cina: Ong Bondji (5 Maret 1871.
Luitenant Cina: Que Ing Hin (5 Maret 1871).
Kepala Orang Islam dengan rang Luitenant: Kitjil Ali (19 Maret 1862).
Landmeter: F.W.Paepke Bulow.

BRANDSPUITWEZEN
Algemeen brandspuitmeester: J.C.Motta.
Brandspuitmeester van de spuit no. 1: A.A.Graswinkel.
Adjunkt brandspuitmeester van de spuit no. 1: A.Niels.
Brandspuitmeester van de spuit no.2: N.H.Hartman.
Adjunct brandspuitmeester van de spuit no 2: F.J.Alling.

WIJKMEESTER
Wijkmeester van de wijk lit.A  : J.E.Pattijnama.
Wijkmeester van de wijk lit.B  : B.Salomonsz.
Wijkmeester van de wijk lit.C  : N.H.Hartman.
Wijkmeester van de wijk lit.D  : J.P.Tokaija.
Wijkmeester van de wijk lit.E  : J.C.Dircks.
Wijkmeester van de wijk lit.F  : W.Palenkahu.
Wijkmeester van de wijk lit.F1: Tan Tjoe Seng.
Wijkmeester van de wijk lit.G  : Po An.
Wijkmeester van de wijk lit. H : Kitjil Ali.

KONTROLIR BINNENLANDSCH BESTUUR
Klas Satu: J.S.van den Broek (8 Oktober 1864).
Klas Dua: F.A.Hennige (16 Maret 1871); J.P.van Harencarspel (4 April 1872).
Klas Tiga: H.van Heuckelum (30 Juni 1869); H.L.van der Waarden (22 Februari 1870); G.A.Wilken (22 September 1870); P.J.Kooreman (28 Mei 1871); F.von Faber (19 November 1871); J.P.Th.van Nunen (4 April 1872).
Ambtenar ter beschikking: Jhr.W.H.W.de Kock (26 Mei 1872).

PERSONIL LAIN DI PEDALAMAN
Afdeeling Manado
Kontrolir klas 1: J.S.van den Broek.
Klerk, juga onderpakhuismeester di Tanawangko: W.J.Lefrandt.

Afdeeling Kema
Kontrolir klas 3: H.van Heuckelum.
Klerk, juga onderpakhuismeester dan onderhavenmester: C.Th.H.Winckler.

Afdeeling Tondano
Kontrolir klas 2: J.P.van Harencarspel.
Koffij-pakhuismeester Tondano: D.Hartman.
Koffij-pakhuismeester Kakas: J.G.Wilson.
Koffij-pakhuismeester Remboken: J.Lang.
Koffij-pakhuismeester Tomohon: J.J.Tokaija.

Afdeeling Amurang
Kontrolir Klas 2: F.A.Hennige.
Klerk, juga onderpakhuismeester dan onderhavenmeester Amurang: D.F.Cellose.
Koffij-pakhuismeester Sonder: J.D.A.Cellose.
Koffij-pakhuismeester Wakan: S.Tumbuan.
Koffij-pakhuismeester Motoling: J.E.Jacob.

Afdeeling Belang
Kontrolir klas 3: G.A.Wilken.
Koffij-pakhuismeester dan havenmeester Belang: J.Manuhuruapon.
Koffij-pakhuismeester Tompasak: L.L.Z.Mamahit.

Afdeeling Gorontalo
Asisten-Residen, juga fungsi notaries dan vendumeester: J.G.F.Riedel, (7 Februari 1864).
Jaksa Rijksraden Gorontalo: W.B.Kalenkongan (23 Oktober 1863).
Kepala Borgo pribumi (Inlandsche burger): P.Wenas.
Kapitein Orang Bugis di Gorontalo: Lamato.
Kapitein Orang Bugis di Kepulauan Togian: Oewa Gauw.

BRANSPUITWEZEN
Algemeen branspuitmeester: A.Esink.
Brandspuitmeester: W.D.van Baak.
Adjunct Brandspuitmeester: H.Repi.

BINNENLANDSCH  BESTUUR
Kontrolir klas 3 berkedudukan di ibukota Gorontalo bertanggungjawab mengontrol distrik-distrik Kota, Telaga dan Tapa (afdeeling Gorontalo): P.J.Kooreman.
Kontrolir klas 3 berkedudukan Bone, mengontrol distrik-distrik Kabila, Bone, Bintauna dan Suwawa (afdeeling Bone): H.L.van der Waaeden.
Kontrolir kals 3 berkedudukan Limboto, mengontrol distrik-distrik Tibawa, Batudaa dan Paguyaman (afdeeling Limboto): F.von Faver.
Kontrolir klas 3 berkedudukan Kwandang mengontrol distrik-distrik Kwandang dan Atinggola, juga mengawasi kerajaan Bwool: J.P.Th.van Nunen.
Ambtenar ter beschikking berkedudukan Paguat mengontrol distrik Paguat, Pentadu dan Potanga (afdeeling Boalemo), juga mengawasi negeri-negeri di pedalaman Teluk Tomini: (kosong).

RAJA-RAJA
Raja Bolaang Mongondow: Johannis Manuel Manoppo, (6 September 1862).
Raja Bolaang Uki: Moehammad Aliyoe’d-Dini IskandarAli van Goebal, (30 Desember 1867).
Raja Bintauna: Salmon Datoenselang, (29 Juni 1865).
Raja Kaidipang: Gongala Koromput, (13 Maret 1865).
Raja Bwool: Teroengkoe, juga bernama Siradjoe ‘d-Din, (10 Oktober 1863).

Raja-raja masuk Afdeeling Gorontalo:
Raja Gorontalo: Djainal Abidin (Zainoe ‘l-Abidin) Alhabsi Monoarfa, (6 Juni 1850).
Raja Limboto: (kosong).
Raja Bone: (kosong).
Raja Atinggola: (kosong).
Raja Boalemo: (kosong).
Raja Moeton: Mangkaoem, (26 Mei 1856).
Raja Parigi: Prins Tjali, (17 September 1862).

Raja-raja di Kepulauan Sangihe
Raja Tabukan: Hendrik David Paparang, (8 Agustus 1851).
Raja Taruna: Martens Jacobsz, (12 September 1870).
Raja Siau: Jacobs Ponto, (22 September 1850).
Raja Kandar: Daniel Petrus Janis, (25 Juli 1861).
Raja Manganitu: Manuel Mocodompis, (14 Juli 1864).
Raja Tagulandang: (kosong).

PENDIDIKAN
Kweekschool Nederlandsche Zendeling Genootschap di Tanawangko, direkturnya adalah N.Graafland, dan guru bantu (Hulponderwijzer) L.Maukar.

Sekolah Gubernemen (Gouvernement School) sebanyak 12 buah. Manado dipimpin M.Makaampo (9 Januari 1860); Lotta: D.Sarajar (30 Maret 1866); Tateli: M.Salmon (29 Otober 1866); Tanawangko: J.Marcus (1853); Paniki di bawah: M.Gosal (6 Januari 1870); Kema: M.Cumantas (22 Juli 1857); Likupang: J.Codoati (12 April 1852); Tondano: N.E.Paath (25 September 1852); Kapataran: D.Maukar (29 April 1867); Kakas: L.Palilingan (15 April 1865); Langowan: S.Warouw (29 September 1866); dan Amurang: P.Lutam (15 Desember 1868).

Sekolah negeri (Negorij School) 26 buah. Lobu: M.Wawointana; Koka: C.Lumowa; Tinoor: S.P.Liow; Warembungan: D.Pangemanan; Senduk: W.Tombes; Maasing: J.Pangemanan; Airmadidi: K.Dededaka; Tonsea Lama: J.A.Dimpudus; Maumbi: J.Pinontoan; Kuwil: J.Bojoh; Pangolombian: D.Wajong; Kembes: S.Rengku; Teep: S.Runturambi; Tangkunei: N,Kolondam; Suluun: N.Malingkonor; Popontolen: J.Ratag; Lelema: J.Pangkej; Munte: W.Rorimpandej; Tenga: J.Tambuwun; Pakuweru: J.Kumaat; Elusan: T.Runtunuwu; Radei: C.Tarore; Maliku: Z.Rantung; Pinaling: J.Turangan; Poopo: K.Rantung dan Picuan: J.Sampoh.

Sekolah Genootschap sebanyak 114 buah dengan para guru (onderwijzer). Atep: G.Tampenawas, Palamba: S.Warouw; Talawatu: N.Lalu; Passo: A.Montolalu; Toulian: P.Sumampouw; Panasen:A.Winokan; Kayuwatu: N.Rumajar; Karor: N.Paoki; Somboki: J.Tawan; Remboken: J.Pangemanan; Kasuratan: J.Kaligis; Tompaso: H.Kalangi; Tolok: M.Mandang; Kanonang: J.Umboh; Tondegesan: A.Kuhu; Kawangkoan: J.Surentu; Kayuuwi: M.Kaligis; Tombasian di atas: J.Kumaseh; Sonder: J.Woeten, Kiawa: P.Soemoeal, Leilem: J.Regar; Tincep: A.Wajongkere; Pinapalangkow: E.Koho; Mapanget: T.Mantiri; Kapoya: F.Sangeroki; Rambunan: H.Geroeng; Tara-Tara: J.Tiwow; Lolah: J.Roring; Woloan: D.Pangemanan.

Makalisung: P.P.Mangi; Rerer: J.Loing; Kolongan: J.H.Rotinsulu; Sawangan: E.Tumbel; Kombi: S.Bengij; Ranowangko: J.Regah; Lalumpe: J.Rambitan; Tulap: E.Togas; Kayuroya: E.Sanggor; Watulanei: C.Tawaeng; Telap: P.Makaleweij; Watumea: M.Legoh; Eris: J.Adam; Touliang Kecil: A.Lewuh; Koya: J.Giroth; Ratahan: A.Lengkej; Pangu: E.Kolinoh; Lindanen: E.Supit;  Bentenan: W.Sandag; Tatengesan: C.Rotuhoi; Wiau: J.Kardenas; Mundung: P.Supit; Tombatu: J.Borung; Kali: J.Poluan; Silian: J.Liwan; Liwutung: S.Ginsu; Watulinei: P.Lowongan; Wuwuk: A.Roemengan; Talaitad: P.Ondang; Lapi: G.Rompas; Koreng: Z.Sinjal; Kaneyan: L.Ratag; Pinamorongan: J.Worotitjan; Paslaten: W.Kaoenang; Rumoong Atas: J.Toemiwa; Tumpaan: D.Jacobusz; Paslaten: O.Ratag; Tandengan: A.Kawengian; Pondang: S.Girot; Kumelembuai: Z.Lapian; Wuwuk: J.Liando; Karimbow: M.Kaligis; Wakan: L.Toemiwa; Tewasen: J.Toemoejoe; Rumoong Bawah: S.Pangkej; Pakuure: L.Lumintang; Pontak: M.Rantoeng; Mopolo: J.Rompas; Lompad: J.Rasoew; Motoling: J.Lampoes; Wanga: J.Salangkar; Tokin: J.Mowoto; Tomohon: E.Lasut; Tataaran: S.Lantong; Rurukan: S.Lengkong; Kakaskasen: J.Tumbelaka; Kayawu: N.Sandah; Kinilow: E.Malonda; Sarongsong: A.Wajong; Lahendong: A.Pijoh; Pinaras: M.Gosal; Sawangan: J.Bolang; Singkil: W.Woeloer; Kolongan: K.Umboh; Talawaan: J.Mantiri; Tetei: J.Tirajoh; Lumpias: D.Tankilisan; Sawangan: H.Tikoaloe; Batu: L.Roring; Treman: N.Dumais; Kaasar: D.Bolang; Tumaluntung: J.Inarai; Sawangan: H.Sontej; Tangari: F.C.Walanda; Sukur: E.Wulur; Matungkas: J.Maramis; Tatelu: S.Pandej; Lilang: A.Maramis; Tanjung Merah: C.D.Worotikan; Lansot: A.Wuisan; Pakuweru: J.Kumaat dan Raanan: M.Sarongsong.

Di Afdeeling Gorontalo terdapat 4 Sekolah Gubernemen. Khusus di Gorontalo 2 buah, yakni Sekolah Gubernemen dengan guru S.H.Paulus (27 Oktober 1866), dan satu lainnya dengan guru M.Emor (17 Oktober 1860). Sekolah lain di Bone dipimpin guru W.P.Wowor (27 Oktober 1866), dan di Limboto dengan guru B.Tangkudung (29 Desember 1864).

Di Kepulauan Sangihe terdapat 25 Sekolah Gubernemen. Tabukan: J.Lalenoh (1865); Kulur: P.Manoempil (10 Agustus 1870); Manalu: N.Parain (10 Juni 1869); Tarian: P.Andaria (28 Februari 1870); Kuma: L.Jacob (1863); Manganitu: M.Liando (1862); Tawoali: M.Berhimpon (11 Mei 1872); Lapango: J.Jacob; Taruna: Z.Makahanap (11 Mei 1879); Kolongan: Z.Waroka (19 November 1861); Kandar: P.Ontol (16 Januari 1866); Tagulandang: J.Sondag (6 Desember 1871); Haas: J.Makasihi (23 Februari 1866); Minanga: S.Ponto (20 April 1861); Mahumu: J.Elieser (10 Agustus 1867); Dagho: J.Judas (10 Agustus 1867); Tamako: J.Makagiansar (1866); Ulu: L.Takainginan (27 Maret 1863); Sawan: P.Nathan (10 Agustus 1867); Talawid: J.Arerus (10 Agustus 1867); Lia: S.Kabschun (10 Agustus 1867); Kiawang: Kalampung (1 November 1872); Siau: (kosong); Saluran: B.Tamunu serta Sawang-Siau: N.Sakoedoe (1867).

Terdapat pula 15 Sekolah Negeri. Ondong: P.Pasandaran (11 Februari 1860); Makalehi: L.Johannis (1 Mei 1847); Riauw: J.Lombo (1 Februari 1858); Mala:  S.Sigandong (4 April 1867); Barauw: S.Bangka (1 Maret 1868); Kanawong: J.Kramen; Lai: J.Berkati (1 Juni 1866); Beong: M.Labeij; Bunias: J.Dramuh; Parat: A.Kudaboru (12 Februari 1859); Lehi: J.Bawole (1 April 1866); Karakitan: E.Nusa; Kalama: (kosong); Mulingen: D.Bawole (1871); serta di Karatung-Tagulandang: (kosong).

Di Kepulauan Talaud sendiri terdapat 4 sekolah negeri. Di Loba dan Beo, gurunya belum diisi, tapi di Menarang dijabat P.Picauli sejak 8 Oktober 1870, sementara sekolah di Moronge dipegang J.Rumouw.

AGAMA
Majelis Jemaat Protestan Manado dipimpin pejabat Predikant F.H.Linemann selaku president. Untuk Jemaat Eropa ouderlingen (penatua) adalah J.Schoe dan F.W.Paepke Bulow. Penatua untuk jemaat berbahasa Melayu E.Pattijnama dan H.Scholtz. Sebagai diaken adalah G.H.B.Hofman, N.H.Hartman, Z.Scholtz, J.P.Tokaija, J.E.Pattijnama dan A.B.Kalenkongan.   

Para Zendeling Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yang bertugas di Minahasa terdiri: Tondano:  H.Rooker (8 April 1855); Langowan: M.Brouwer (1869); Tomohon: N.P.Wilken (7 Mei 1842) dan J.Louwerier (8 Oktober 1868); Kumelembuai: S.Ulfers (18 Januari 1848); Tanawangko: H.Bettink (30 Mei 1868); Airmadidi: H.J.Tendeloo (30 Agustus 1857); Sonder: J.A.F.Schwarz (30 Agustus 1857); Ratahan: J.N.Wiersma (3 April 1863); dan Amurang: C.J.van de Liefde.

Selain NZG yang bekerja di Minahasa, di Kepulauan Sangihe dan Talaud bekerja  para zendeling dari Gossnersche  Zendingvereeniging. Di Sangihe zendeling C.J.M.L.Schroder (15 Juli 1854) bertempat di Tabukan, C.F.Steller (15 Juli 1854) di Manganitu; A.Grohe (15 Juli 1854) di Tamako, C.F.W.Tauffman (15 Juli 1854) di Ulu dan J.F.Kelling (15 Juli 1854) di Tagulandang.

Sementara di Kepulauan Talaud bertugas zendeling W.Richter (15 Juli 1856) di Rainis, dan P.Gunther (15 Juli 1856) di Kabaruan. ***


*).Foto koleksi Rijksmuseum nl. 

SUMBER TULISAN
                        Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie tahun 1873 
                                koleksi Sammlungen der Staastbibliothek zu Berlin.