Sabtu, 16 Maret 2013

RESIDEN MANADO

                       

                 

 

                                           Oleh: Adrianus Kojongian

 

 

 

 





Benteng Nieuwe Amsterdam dihancurkan tahun 1950-an. *)

 

Manado khususnya Minahasa awalnya seakan tidak terlirikkan. Berbeda dengan Sangihe-Talaud, Gorontalo dan bahkan Bolaang-Mongondow yang banyak menghiasi laporan para Gubernur Jenderal VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) ke Heeren XVII di Negeri Belanda di pertengahan abad ke-17 hingga abad ke-18. Meski Manado (juga Gorontalo sampai disatukan dengan Manado, termasuk Limboto atau Kwandang sampai disatukan Gorontalo) berstatus ibukota keresidenan, namun informasi tentang Manado sangat kurang. Tidak heran sampai saat ini sulit menyusun apalagi memperoleh data siapa saja para residen yang pernah memerintah Keresidenan Manado, terutama di masa VOC. Zendeling Nicolaas Graafland memang pernah menyusun daftar para Residen Manado, namun belum lengkap karena hanya para residen di periode pertengahan hingga akhir abad ke-19.

 

Mengetahui nama-nama serta periodesasi kekuasaan para Residen Manado ini penting dalam menyusun sejarah Minahasa dan daerah lain di bekas Keresidenan Manado (bekas Bolmong, dan bekas Satal) dan kemudian ditambah dengan wilayah yang kini membentuk Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

 

Selama ini banyak penulis salah menafsirkan peran dan fungsi residen serta sistem pemerintahan Minahasa (dan Sulut umumnya) di masa silam. Ada yang menyamakan residen dengan gubernur, entah karena pemikiran Residen Manado selain memerintah Sulawesi Utara sekarang, juga memerintah Gorontalo (sejak 1824) dan ditambah Sulawesi Tengah (sejak tahun 1924).

 


Rumah Residen akhir abad ke-19. *)

 

Yang lucu tapi fatal karena ada media justru menyamakan Residen Manado dengan Walikota Manado. Kemudian lagi ada menyamakan Kontrolir atau Asisten Residen dengan bupati. Malah, ada lagi menyamakan kepala distrik dengan bupati.

 

Sistem pemerintahan kolonial Belanda (VOC lalu pemerintahan Hindia-Belanda) di Indonesia sebenarnya sederhana dan biasa. Terdiri struktur pemerintahan Belanda (binnenlands bestuur), lalu struktur pemerintahan setempat. Hirarki pemerintahan VOC lalu Hindia Belanda dimulai dari Gubernur Jenderal, Raad van Indie, Gubernur, Residen dan berikutnya ada Afdeeling serta Onder Afdeeling). Bestuur Belanda lain di bawah residen adalah Asisten-Residen yang memimpin afdeeling, Controleur (Kontrolir) yang memimpin onder afdeeling, Commies dan lain-lain.

 


Raja di Sangir Besar tahun 1910. *)

 

Lalu untuk pemerintahan setempat (bumiputera). Kalau di Jawa ada Sultan, Raja, Patih, Bupati dan Wedana, khusus Minahasa langsung diperintah oleh Kepala Balak lalu Distrik (padanannya setingkat wedana atau terakhir pembantu bupati), meski kuasa kepala distrik lebih besar dibanding wedana Jawa sebelum disentralisasi pemerintah. Kepala Balak lalu Distrik dibantu satu atau dua orang Kumarua yang kelak jadi Kepala Distrik Kedua (setingkat camat sekarang), serta perangkat negeri lain seperti Hukum Tua, Kepala Jaga dan Meweteng. 

 

Satal, Bolmong dan Gorontalo, selain dikepalai raja-raja, dibantu staf istananya, lalu para kepala distrik dan kepala distrik kedua dengan istilah berbeda-beda di masing-masing daerah seperti Jogugu, Penghulu dan Marsaoleh, yang dibantu lagi oleh para Hukum Tua (Sangadi, Kapitan Laut), Kepala Jaga (di Satal Hukum Mayoor) dan meweteng. Hukum Mayoor versi Satal ini tentu berbeda dengan gelaran para Kepala Balak Minahasa di masa awal kekuasaan VOC yang juga disebut Hukum Mayoor.

 


Potret Raja Bolmong Manuel Manoppo. *)

 

Keresidenan Manado mulanya menjadi bagian dari kegubernuran Maluku dari VOC yang beribukotakan Ternate, lalu disatukan di Ambon. Titik terendah terjadi ketika selang awal November 1818 hingga tahun 1824 Keresidenan Manado turun status, hanya sebagai bagian dari Keresidenan Ternate Provinsi Maluku dengan dipimpin Asisten-Residen J.F.Roos. Ini setelah Komisaris Jenderal Hindia-Belanda Laksamana Muda A.A.Buyskes dalam laporannya yang terkenal dengan nama Buitenzorgsch-verslag mengusul agar Manado ditaruh 'kembali' dibawah Keresidenan Ternate. 

 

Baru tahun 1824 Keresidenan Manado berdiri kembali berdasar pendapat Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen yang termuat dalam salahsatu pemberitahuannya tertanggal 14 Juni 1824 dalam Benteng Amsterdam di Manado (Staatsblad Nomor 28a tanggal 14 Juni 1824 nomor 1). Bahkan, Keresidenan Manado memperoleh gabungan eks Keresidenan Gorontalo. Namun, Keresidenan Manado masih sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Maluku beribukotakan Ambon.

 

Tahun 1864 (dengan Staatsblad Nomor 128 tanggal 31 Agustus), Manado dipisah dari Provinsi Maluku, jadi residensi independen, langsung dibawah otoritas pusat di Batavia. Residensi Manado saat itu terdiri Afdeeling Minahasa, ditambah Afdeeling Gorontalo. Afdeeling Minahasa terbagi onderafdeeling Kema, Tondano, Amurang dan Belang. Afdeeling Gorontalo terdiri onderafdeeling Gorontalo, Bone, Limboto dan Paguat. 

 

Jadi, memang Manado tidak pernah berbentuk provinsi, karena tidak terlalu dianggap penting dan strategis oleh pemerintah VOC mau pun Hindia-Belanda ketika itu. Berbeda dengan Maluku yang di zaman VOC sampai terdiri atas tiga provinsi.

 


Kota Manado 1880. *)

 

Awalnya Keresidenan Manado dipimpin hanya oleh seorang komandan garnizun yang dikirim dari Ternate dengan tujuan menghadapi para bajak laut Mindanau (Mangindano) serta Spanyol. Kapten Paulus Andriessen komandan pertama Fort Manado dianggap sebagai Residen Manado yang pertama, meski statusnya dalam laporan-laporan Gubernur Maluku maupun Gubernur Jenderal VOC tidak pernah disebut sebagai residen.

 

 Tahun 1655 benteng Manado hanya diperkuat oleh 16 serdadu. Di masa Gubernur Dr.Robertus Padtbrugge (1677-31 Agustus 1682), Manado diperkuat 32 tentara dan Siau 21 personil. Status garnizun Manado lama-kelamaan menurun tinggal dipimpin oleh seorang sersan. Masa penulis Francois Valentyn (1666-1727) sekitar tahun 1720-an, Benteng Manado Amsterdam dipertahankan seorang sersan dan 28 pos penjagaan dengan 4 atau 6 kopral. Tahun 1797 ketika Inggris menduduki Manado pasukan benteng hanya terdiri seorang sersan dan 24 prajurit alifuru Minahasa (bergalfoeren). Pada pendudukan Inggris kali kedua 24 Juni 1810, benteng Amsterdam dipertahankan 113 orang, terdiri 1 kapten, 3 letnan, 3 sersan, 13 kopral dan 70 prajurit.

 

Belakangan di Keresidenan Manado ditempatkan detasemen militer, sebagai bagian kekuasaan dari Militair Commandant Celebes, Manado en Timor (lalu tinggal disebut Celebes en Manado).

 

Selain posisi komandan, sejak awal untuk mengumpul hasil dari Manado, ditempatkan seorang saudagar kepala (Onderkoopman atau Opperkoopman) yang kemudian disebut sebagai Opperhoofd, Hoofd lalu Residen. Para Onderkoopman ini bertindak mengurus hubungan dagang dengan pihak kepala balak Minahasa dan kerajaan-kerajaan sekitarnya. Juga bertindak sebagai pemerintah, menguasai militer dan mewakili VOC mengatur hubungan, tindakan militer serta penandatanganan kontrak dengan para kepala setempat. Ia dibantu oleh asisten residen yang mendapat sebutan mede-onderkoopman, serta tolk atau juru bahasa yang sering sangat berkuasa.

 

Ada kala juga Komisi (komisaris) yang dikirim melakukan pemeriksaan dari Ternate mengambil peran Residen, atau untuk sementara waktu ditempatkan Comptoir, dan Gezaghebber. Juga ada Landdrost, di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Willem Daendels.  Residen Manado disebut Onder Prefect.

 

                 
Piring perak perjanjian Raja Kendahe (Kandahar) Datu Buisan (Wuisang) 1689 dengan Gubernur Johan Henrik Thijm yang disimpan keluarganya di Kendahe. *)

 

Perangkat serta karir dinas VOC memang agak unik, dimulai dari jongen yang berawal dengan jongens assistant, lalu eersteassistent. Baru di atasnya Assistent, Boekhouder, Onderkoopman (boekhouder pun ada merangkap onderkoopman), Fiscaal, Secunde, Koopman, Opperkoopman. Lalu ada Opperhoofd (meski juga sering disandang onderkoopman), dan di atasnya lagi ada commandeur, gouverneur dan directeur.

 


Gubernur Jenderal de Graeff di Gorontalo. *)

 

Saya mulai menyusun daftar para Residen Manado ini sejak tahun 1982 silam. Untuk melengkapi saya merunut ke slagboom sampai ke berbagai data pertalian kekeluargaan dari para mantan residen yang bersebaran di internet. Hasilnya tetap belum lengkap.

 

Sumber pustaka yang sangat membantu adalah buku Dr.W.Ph.Coolhaas Generale Missiven van Gouverneurs-Generaal en Raden aan Hereen XVII Der Verenigde Oostindische Compagnie serta buku Nicolaas Graafland De Minahassa, Haar Verleden en Haar tegenwoordige Toestand vol.2. Juga meski pula tidak lengkap, adalah buku Francois Valentyn Oud en Nieuw Oost-Indien.

 

Berikut diturunkan daftar para Residen Manado yang karena cukup panjang dibagi dua bagian, termasuk biografi sejumlah residen dan para pembantu dekatnya.

 

 




MASA VOC





Kapten Paulus Andriessen, 1655-1657. 
  
Sersan Jan Baptista, 1666-1668.
Memimpin pembangunan Benteng Amsterdam dari beton.

Sersan Jockum (Jocheim) Sipman.
Kepala Benteng Manado sejak 1668, dengan sebutan Opperhoofd . Kemudian naik Vandrig lalu Letnan (versi Valentyn memerintah 1676**), lalu diganti Dirk Pieterszoon.

Letnan Dirk Pieters(zoon)
     Opperhoofd Manado. Mengganti Sipman (versi lain hingga 1661).
 
Hendrick van den Broeck, 1671.
      Status Cassier.
 
Dirck de Geijn, 1677-1678.
     Status sebagai Boekhouders dibantu Andries Oloffzen.

Abraham Meyert. Residen Manado 1678-1682.
Opperhoofd Manado dengan rang Onderkoopman (versi Valentyn, mengganti Dirk Pieterszoon, dengan angka tahun dicatat 1681). Kepala Garnizun adalah Kapten Cornelis Sweers dari Ternate yang mati dalam ekspedisi di Sangihe 1679. Lalu Letnan Jodocus Cromhuysen di tahun 1681 dan Sersan (lalu Vandrig) Herman Smith tahun 1682. Kopral Siau Frans Jacobs(zoon). Hingga tahun 1682 Komandan Pos di Bolmong Sersan Jan de Vrees dan Kopral Jan Blaauw. Tolk Hendrik Co(r)s dan Bastiaan Sawaij.

Anthony van der Madt (Anthonij van der Mast). Residen Manado 1682-1683.

Matthijs Carelsz. Residen Manado 1686-1688.
Rang Onderkoopman. Vandrig Meijndert du Roij dan Sersan Joannes Lobs di Tabukan. Masa Matthijs Caresz ada komisi Kapten Augustijn  de Moulin 1686 lalu 1689 dengan provisional secretaries Pieter Alsteijn di Gorontalo.

Herman Jans(zoon) Stejkunyler (Steynkuyler, Steijnkuijler, Steinkuiler).
Residen Manado 1691-1694. Opperhoofd Manado, rang Onderkoopman (versi Valentyn 1689).  Sersan Siau adalah Leendert Hendricxs, dan Kopral Tagulandang Jan Jojeus. Tahun 1691 ada Komisi dari Fiscaal Jacob Claasz dan Onderkoopman Coenraat van Otteren (1692), dan Komisi Vandrig David Haag dan Asisten de Lafontaine di Gorontalo dan Manado (1691 dan 1692). Pieter Alsteyn rang Onderkoopman dan Secretaris bertindak sebagai Asisten-Residen Manado dibawah Stejkunyler.

Kapten Paulus de Brieving. Residen Manado 1698-1699
Rang Koopman, sementara sebagai Asisten-Residen Samuel Hatting dengan rang Onderkoopman meneken Kontrak dengan Hukum Mayoor Kepala Supit, Lontoh dan Paat serta para kepala Minahasa lainnya. Aslinya Paulus de Brievings menjabat Kapitein der Moluccos dan Hoofd der Militie di Ternate.

Daniel Fiers. Residen Manado 1699
Dengan rang Koopman dibantu Boekhouder dari Ternate Jan Walraven de la Fontaine (1699). Tolk Manuel Parera.

Sersan Henry Duchiels (de Chieze, menurut Valentyn Henri du Chiels).
Opperhoofd Manado 1699-1703, membangun dinding batu keliling benteng di tahun 1703. Tahun 1700 Komisi dari Kapten Paulus de Brievings dan Vandrig Jacob Cloeck. Tahun 1703 Komisi dari Onderkoopman Sebastiaan Keller dan Boekhouder Abraham Stuijt. Tahun 1703 dicatat Kapten Tabukan bernama Michiel Caspar Cornelisz.

Sersan Cornelis van Werken, hingga 1707.
Komandan Benteng Amsterdam yang dianggap juga sebagai Residen Manado. Tahun 1706 datang Komisi Kapten William Dampier, Letnan Cloeck dan Asisten Nicolaas Ploos van Amstel dari Ternate. Juga Koopman dan Fiscaal Tobias Laps dan Onderkoopman Jacob van Gijn.

Bertram Bichon (Hickom). Residen Manado 1707-Januari 1711.
Sebutannya Opperhoofd dengan rang Onderkoopman (versi Valentijn memerintah 1709-18 Desember 1710). Datang Komisi dari Gecommitterde Kapten Jacob Kloek (juga ditulis Cloeck) dan Fiscaal Gijsbert van der Woerd (November 1710).

Gijsbert van der Woert, 1711.
Posisinya Fiscaal dan Secunde dari Ternate.

Hen(d)rik van den (der) Burg(h). Residen Manado 1711-1716.
Opperhoofd Manado dengan rang Onderkoopman. Wakilnya (mede-onderkoopman) Jacob van Gijn (1715). Residen di Gorontalo Onderkoopman Nicolaes van Beverijk serta Asisten Johannes Truytman. Datang Komisi Fiscaal Bertrand Bichon dan Vandrig Cornelis van Werken 1711.

Jacob van Gijn. Residen Manado 1716-1720.
Disebut Opperhoofd Manado, kelak Secunde Ternate.

Adriaan van Leene, 1720.
Opperhoofd. Komisi di Manado 1720 Kapten Caspar Voges dan Onderkoopman Frans Reaal. 

Pieter Block, 1720-1723.
      Onderkoopman. Sersan adalah Andries Dulle

Theunis Hendriks van Staal, 1727.
Gezaghebber.

Jacob Boner. Residen Manado April 1727-1728.
Status resmi sebagai Gezaghebber Manado.

Jan Swigtman. Residen Manado  1728-1729.
Ditahan untuk beberapa pelanggaran. Sedangkan Tolk Manado Pieter Tobias dideportasi.

Joan van Cortenbosch, 1729.
Rang Koopman.

Pieter Elias Florisz. Residen Manado 1729-1734.
Rang Onderkoopman. Residen di Gorontalo Onderkoopman Jan Nebbens, dengan Asisten Jacob Coek yang lalu jadi Residen. Sersan Siau 1733 Jan Westing.

Thomas Heymans. Residen Manado 1734-1737.
Dengan rang Onderkoopman. Sersan Siau adalah Jan Frener. Datang Komisi dari Fiscaal Willem van Bezeler (1734) dan Komisaris Maluku Johannes Bernard (1735, 1736).

Simon de Brivings. Residen Manado 1737-1738.
Sebagai pejabat sementara. 
 
Jan (Johannes) Smit(h). Residen Manado 1738-1742.
Rang Onderkoopman. Sersan Garnizun Manado adalah Johannes Schetler (Schetteler).

Johannes Pauwen. Residen Manado 1742-akhir 1747/1748.
Rang Onderkoopman. Ia pun memimpin Gecommitteerde (pengawas dan kuasa-kuasa), beranggotakan Pieter Smith dan H.Fourier (1745). Pejabat lain masanya Jan Ruysenbeek dan W.Lambertsz (1748), sementara Komandan Pos Tabukan adalah Sersan Hendrik Meelhop. Residen Gorontalo sejak 1745 adalah Jacob Coek (Koek) yang lalu diganti Scherens.

Gerrrard de Goede. Residen Manado 1747-1757.
Rang Onderkoopman. Residen Gorontalo sejak 1754 Thomas Thornton mengganti Scherens.

Gerrarld Rijnier de Kock (Cock). Residen Manado 1757/1759-1763.
Residen Gorontalo Thomas Thornton diganti 14 Desember 1759 oleh Onderkopman (Comptoir) Jan Wttewaal. Tahun 1758 datang Komisaris Kapten militer Jean Baptist de la Haute Maison dan Jan Jonkers, lalu datang lagi dengan Kapten-Letnan Daniel Gustaaf van Ohloff.

Johan Libregt Seideman (Seydelman). Residen Manado 1763-1769/1770.
Rang Onderkoopman. Versi lain mulai menjabat 1760. Komandan adalah Kapten militer Jan Cornelis van Ossenberg (1764), dan Opperkoopman (Onderkoopman) commisioner di Manado 1765 Isaac van Theyes. Komandan pos Kema adalah Engelbert Pool (1768). Di tahun 1767 Bernard Sebastiaan Wenthold diangkat sebagai Residen Gorontalo.

David Joan Smit(h) (Smidt). Residen Manado 26 Mei 1770-1772/1773.
Rang Onderkoopman. Anak mantan Residen Jan Smith.

Bernard(us) Sebastiaan(us) Wenthold. Residen Manado 1772/1773-Mei 1776.
Rang Onderkoopman. Komandan Pos Kema adalah Rudolf Hollinger (Maret 1772). Residen Kwandang 1770 Gerrit Willem de Wolff (hingga meninggal 1779). Comptoir (Residen) Gorontalo Reinier Houque sejak 5 Desember 1772 dengan rang Onderkoopman ganti Wttewaal.

Francois Bartholomeus Hemmekam. Residen Manado Mei 1776-1779.
Rang Onderkoopman. Tahun 1777 ia pun dicatat sebagai Residen Gorontalo.

Koene Koenes. Residen Manado 1779-1780.
Onderkoopman. Sebagai Residen Limboto atau Kwandang Johan Hendrik Agaatsz sejak 1779.

Johannes Boot(h) (Boath). Residen Manado 1780-1784.
      (versi keluarga Oktober 1777 hingga meninggalnya 7 April  1784).
Rang Onderkoopman.

Willem Fredrik Merts, Residen Manado  1784-1787.
Rang Onderkoopman. Sebagai Residen Gorontalo sejak 1783 Mr.Johan Victor Heidfeldt, lalu tahun 1784 diganti Ludovicus Theodorus de Swart. Residen Limboto atau Kwandang sejak 1782 Hendrik Godfried Klingbeil, dan mulai 1785 Jacob Schoe. Di tahun 1787 diangkat Daniel Bayer sebagai Residen Limboto atau Kwandang.

Johan Daniel Schierstein. Residen Manado 1787-Januari 1791.
Rang Onderkooplieden. Residen Gorontalo sejak tahun 1789 Jacobus Josephus Bax (hingga 1797), dan Jacob Schoe tahun 1789 kembali menjabat Residen Limboto atau Kwandang yang kemudian tinggal disebut Limboto.

Bernard(us) Sebastiaan(us) Wenthold. Residen Manado 1791-1793.

George Frederik Durr. Residen Manado Januari 1791-22 Januari 1793
Dengan rang Onderkoopman lalu menjadi Koopman 22 Januari 1793-Maret 1797. Versi Regeering Durr baru mulai posisi Residen 1793 ganti Wenthold.




MASA KEKUASAAN INGGRIS I (1797-1803)




Tanggal 4 Maret 1797 Residen Durr menyerah pada Inggris dibawah komando Captain Edward Pakenham, setelah 2 kapal Inggris ‘Resistance’ (bersenjatakan 44 meriam) dan ‘Orpheus’ (dengan 36 meriam) menampakkan diri di pelabuhan Manado. Durr dan pegawainya dipertahankan. Residen Gorontalo Jacobus Bax menyerah 11 Mei 1797.

George Frederik Durr, Residen Manado 4 Maret 1797-26 November 1803.
Dengan Komandan Pos Kema Werdemuller, mantan Sekretaris. Durr dipecat. ***

 
 *). Foto koleksi: KITLV, Tropenmuseum/Wikimedia.org dan foto lain bersebaran.
**). Selengkapnya Valentyn menulis para Opperhoofd van Manado adalah Sersan lalu Vandrig Joacheim Sipman, 1678, Letnan Dirk Pieterszoon. Lalu Abraham Meyert 1681; Herman Janszoon Steinkuiler, 1689; Sersan Henri du Chiels 1703, Bertram Bichon 1709-18 Desember 1710, serta Henrik van der Burg, 1711.
***). Para Komandan Militer Celebes dan Manado, antara lain: Letkol Inf.W.A.Schneider (sampai Agustus 1891), Mayoor Inf. G.H.R.Halewijn (sejak Agustus 1891); Mayoor lalu Letkol Ch.H.F.Riesz 1892-1894, Letkol Inf.Jhr.N.V.C.van den Brandeler (sampai Desember 1900), Letkol Inf.N.ten Broek (sejak Desember 1900);  Letkol J.P.Michielsen 1904-1906; Letkol Inf.P.D.A.Frankamp hingga 24 Maret 1928, Letkol Inf.W.C.Camman; Kol.Inf.A.J.de Bank Langenhorst (Maret 1928-Agustus 1929), serta Letkol Inf.H.Behrens (sejak Agustus 1929).

SUMBER PUSTAKA
-Dr.W.Ph.Coolhaas dalam Historici nl. Generale Missiven van Gouverneurs-Generaal en Raden aan Hereen XVII Der Verenigde Oostindische Compagnie.
-Nicolaas Graafland De Minahassa, Haar Verleden en Haar tegenwoordige Toestand vol.2.
-Francois Valentyn Oud en Nieuw Oost-Indien. Internet Archive. 
-Regeering (Naam-boekje van de Wel Ed. Heeren der Hooge Indiasche Regeeringe..., 1779, 1781, 1783, 1785, 1786, 1787, 1789, 1792, 1793, 1796)-Early Dutch Books Online.
-Adrianus Kojongian dkk., Ensiklopedia Tou Manado.