Rabu, 22 Oktober 2014

Inilah Kepala Tionghoa Manado

                                                         

 

                    

Oleh: Adrianus Kojongian

 





          Kubur Lie Boen Yat di pekuburan Belanda Tikala. Tahun 1971 dipindah di pekuburan Tionghoa Paal Dua Manado. *)




Orang Tionghoa dan peranakan Tionghoa di Manado, merupakan komunitas terbesar dari kaum yang di masa Belanda digolongkan sebagai orang timur asing yang pernah ada di bekas Keresidenan Manado yang sekarang meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.


Selain Kampung Cina Manado, Kampung Cina ada di Amurang, Gorontalo, Poso, Donggala serta di Tahuna.


Tionghoa ada pula dalam jumlah banyak di Tondano, Tomohon dan lain-lain kota besar di Sulawesi Utara, namun rata-rata tersebar dan tidak sempat membentuk satu kampung khusus.


Para kepala kampung Cina adalah seorang Wijkmeester, yang kemudian di masa kemerdekaan dijadikan Hukum Tua. Pemimpin komunitas, di atas Wijkmeeester, adalah seorang Letnan, yang kebanyakan diangkat dari posisi Wijkmeester.


Kota Manado karena memiliki populasi Tionghoa terbesar, kepala kaumnya selain seorang letnan, ada lagi diatas letnan, tokoh yang diberi pangkat dan gelaran tituler sebagai Kapitein. Kapitein ini biasa dipromosi dari kedudukan sebelumnya letnan.


Berbeda kota-kota besar lain di Indonesia, tidak ada Tionghoa Manado yang pernah memperoleh titel Majoor. Kapitein Tionghoa Manado 1935-1942 Lie Goan Oan sering disebut satu-satunya kepala Tionghoa Manado yang diberi pangkat kehormatan Majoor. Namun, tidak diperoleh adanya data yang memastikan pengangkatannya sebagai majoor tersebut.


Amurang, kota kedua di Sulawesi Utara yang memiliki penduduk Tionghoa terbanyak setelah Manado.  Kampung Cinanya, sekarang masuk Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang, tahun 1874, menurut Nicolaas Graafland, telah dihuni 156 orang Tionghoa.


Jap Ban Goan, adalah tokoh Tionghoa yang lama memimpin kaum Tionghoa Amurang di tahun 1880-an. Awal bulan April 1894 Jap dilantik menjadi Luitenant der Chineezen Amurang.


Tokoh Tionghoa lain Amurang yang dikenal sebagai Letnan Tionghoa adalah Ae Diong Hien, seorang pedagang yang dilantik sebagai Letnan Tionghoa Amurang awal April 1914.


Gorontalo yang sekarang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo, mempunyai seorang tokoh Tionghoa terkenal di akhir abad ke-19 bernama Liem Boen alias Liem Pem Boem. Ia awalnya menjabat Wijkmeester Kampung Cina Gorontalo, lalu awal Februari 1894 diangkat sebagai Luitenant der Chineezen Gorontalo.


Liem Pem Boem memangku gelaran letnannya hingga akhir bulan Juni 1898. Mengganti Liem diangkat Sie Boen Tjae, bekas wijkmeester. Sie Boen Tjae menjabat hingga diberhentikan dengan hormat Januari 1904.


Tokoh lain yang menjadi Letnan Tionghoa Gorontalo adalah Sie Boe Hiang, seorang pedagang. Ia dilantik letnan Februari 1911. Kemudian Letnan Liem Kiem Thae hingga 21 Mei 1924. Penggantinya Ong Teng Hoen, sebelumnya wijkmeester, menjabat hingga Jepang berkuasa.


Di Sulawesi Tengah, masih masuk Keresidenan Manado, dikenal Ang Kian Kioe, yang Januari 1930 dilantik sebagai Luitenant der Chineezen Banggai Afdeeling Poso. Letnan Ang sebelumnya akting wijkmeesternya. Kemudian Tjoa Tiong Hean, Letnan Tionghoa Donggala sejak 30 Januari 1930 hingga 1942.


Selengkapnya, susunan para kepala Tionghoa di kota Manado, dari kedudukan tertinggi (Kapitein), Letnan hingga terendah Wijkmeester.




Kapitein der Chineezen Manado





No.
Nama
Masa Jabatan
Status
1.
The Tjientjo
         -1850

2.
Que Sitiong
1850-1852

3.
Ong Hap
21 Juni 1852-1865

4.
Sie Sieuw (Sie Seo)
21 Juni 1865-1875

5.
Ong Bondjie
1875-Mei 1878

6.
Ong Tjeng Hie
Mei 1878-

7.
Ong Tan Seng
         -Oktober 1904

8.
Tjoa Tie (Tjo A Tie)
Oktober 1904-April 1907

9.
Lie Tjeng Lok
13 April 1907-Februari 1908

11.
Tan Tjin Bie
Mei 1913-1916

12.
Teng Tjeng Tiong
Oktober 1916-Maret 1924

13.
Que Tian Po
Februari 1925-Januari 1927

14.
Oei Pek Yong
Januari 1927-30 November 1933
.
15.
Tjia Pak Liem
1933 -30 November 1935
Akting. Masih menjalankan fungsi hingga Februari 1936.
16.
Lie Goan Oan
1 Desember 1935-Januari 1942
Selang 1936-1 Oktober 1937 dijalankan akting Ang Seng Lie.
17.
Oei Pek Yong
1945-

18.
Tjia Goan Tjong










Luitenant der Chineezen Manado



No.
Nama
Masa Jabatan
Status
1.
Pauw Djoe
           -1845
Rangkap Wijkmeester
2.
Lie Ping (Lie Peng)
1845-1861
Idem
3.
Sie Sieuw (Sie Seo)
5 Maret 1862-Juni 1865
Idem
4.
Ong Bondjie
21 Juni 1865-1875

5.
Que Ing Hin
1875-Mei 1878

6.
Po Hok Goan
September 1878-Mei 1885

7.
Ong Tan Seng
Mei 1885-

8.
Tjoa Tie (Tjo A Tie)
              -Oktober 1904

9.
Lie Tjeng Lok
-April 1907

10.
Tan Tjin Bie
Maret 1908-Mei 1913

11.
Teng Tjeng Tiong
Mei 1913-Oktober 1916

12.
Tjoa Jaoe Hoei
Oktober 1916-

13.
Que Tian Po
  -Februari 1925

14.
Oei Pek Yong
Februari 1925-Januari 1927

15.
Lie Oe Kiong
Januari 1927-Januari 1930

16.
Tan Bian Loe
Januari 1930-
.



Wijkmeester Kampung Cina (Leter G) Manado



No
Nama
Masa Jabatan
Status
1.
Pauw Djoe
         -1845
Rangkap Letnan
2.
Lie Ping
1845-1861
Idem
3.
Sie Sieuw
1862-1865
Idem
4.
Ong Bondjie
1865-1875

5.
Ong Tan Seng
        -Mei 1885

6.
Tan Tjin Bie
        -Maret 1908

7.
Teng Tjeng Tiong
1908-Mei 1913

8.
Tjoa Jaoe Hoei
1913-Oktober 1916

9.
Oei Pek Yong
        -Februari 1925

10.
Tan Bian Loe
        -Januari 1930

11.
Tjia Pak Liem
        -1936

12.
Ang Seng Lie
1936-



  *). Foto koleksi keluarga keturunan Lie Tjeng Lok.

SUMBER TULISAN:
Delpher Kranten:
Bataviaasch Nieuwsblad 2 Februari 1894, 4 April 1894, 7 Februari 1894, 16 Januari 1904, 8 April 1914, 24 Mei 1924.
Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie 17 Februari 1911. 7 Mei 1932, 15 Januari 1930.
Soerabaijasch Handelsblad 2 Juli 1898.
                                    Ensiklopedia Tou Manado