Sabtu, 09 Maret 2013

Album Foto 1945 di Manado



Torang di Manado, sulit menemukan foto-foto di masa dan pasca Jepang. Untuk penulisan sejarah, apalagi di periode kekuasaan Jepang dan sesudahnya, bahan foto demikian sangat penting. Saya menemukan di arsip Australia, sejumlah foto yang semoga akan membantu para peminat, peneliti dan sejarawan Manado.

Foto-foto ini sekedar masukan. Dapat ‘diambil’ bebas, semestinya dengan menyebut sumber otentik foto-fotonya. Kalau pun dipublikasi disarankan tidak mencap nama di foto, sehingga merusak keorisinalan serta hak cipta ‘tukang’ foto asli serta kolektor asal, National Collection/Australian War Memorial.
Karena cukup banyak, saya memilahnya menjadi beberapa bagian.  


AKHIR KEKUASAAN JEPANG

Kamp tahanan perang Teling di foto dari udara.
Foto: National Collection/Australian War Memorial



Jembatan Tondano dihancurkan Skuadron 31 RAAF 1945-02-07.
Foto: National Collection/Australian War Memorial


 
           Gambar lain jembatan Tondano setelah pemboman.
Foto: National Collection/Australian War Memorial

Jembatan Ranoiapo Amurang dihancurkan RAAF 1945-02-03.
Foto: National Collection/Australian War Memorial
Markas pasukan Jepang.
Foto: National Collection/Australian War Memorial
Lokasi Katsura Butai di Kakaskasen Tomohon.
Lapangan terbang Langowan.
Foto: National Collection/Australian War Memorial

Lapangan terbang ampibi Tasuka Kakas.
Foto: National Collection/Australian War Memorial

HMAS Latrobe di perairan Manado 1945-10-02.
Foto: National Collection/Australian War Memorial
Letkol A.C.Muir memeriksa kamp tahanan Jepang.
Foto: National Collection/Australian War Memorial

Inspeksi Letkol Muir.
Foto: National Collection/Australian War Memorial
 

Laksamana Hamanaka memimpin para perwiranya.
Foto: National Collection/Australian War Memorial
Para perwira Sekutu (Australia).
Foto: National Collection/Australian War Memorial
Markas Sekutu di Paslaten Tomohon.
Rumah Uskup Manado di Tomohon ikut jadi bagian markas Sekutu.
   
Truk Jepang milik Katsura Butai di Kakaskasen Tomohon.
Foto: National Collection/Australian War Memorial