Senin, 17 Juni 2013

Pendudukan Inggris di Manado

                       

                        

 

                                           Oleh: Adrianus Kojongian 

 

 

 

 

Lukisan tenggelamnya HMS Resistance oleh Bernard F.Gribble *)



Perubahan politik di Belanda, dengan larinya Stadhouder (Walinegara) Willem V ke Inggris tahun 1795 serta pembentukan Republik Bataafse dibawah kendali  Perancis, berdampak juga di jajahannya Indonesia. Inggris lewat kongsi dagang East India Company (EIC) memanfaatkan peluang dengan mulai merebut pos-pos Belanda berdasar dokumen Kew dari Willem V yang memerintahkan pejabat Belanda menyerahkan wilayahnya dibawah perlindungan armada Inggris.

Bertolak dari Madras India, armada EIC dibawah Rear-Admiral (Laksamana Muda) Peter Rainier mengambil alih Ambon tanpa perlawanan tanggal 16 Februari 1796 dan Banda dengan sedikit perlawanan tanggal 7 Maret 1796. Dari skuadronnya, HMS (Her Majesty’s Ship) Resistance dibawah komandan Captain Edward Pakenham menjadi andalan. Resistance pun yang Juli 1795 menduduki Malaka, bersama-sama HMS.Orpheus dan Centurion.

HMS Resistance yang bersenjatakan 44 meriam, sejak diluncurkan dari sungai Thames London bulan Maret 1782 sudah dikomandani 3 orang, Captain James King, Commander John O’Bryen dan sejak 24 Juli 1795 Captain Edward Pakenham.

Edward Pakenham adalah anak Edward Pakenham dengan Elizabeth Weller dan cucu John Weller seorang Laksamana Inggris terkenal.

Awal bulan Maret 1797, kapal Resistance telah tiba di depan pelabuhan Manado, ditemani HMS Orpheus dibawah Captain Henry Newcombe bersenjatakan 32 meriam. Kema telah dikuasai Pakenham tanggal 23 Februari sebelumnya, dan Pakenham mengirim seorang perwira dari Kema menuntut Residen Manado menyerahkan Fort Amsterdam.


HMS Orpheus. *)

Residen Manado George Frederik Durr yang telah berkuasa sejak tahun 1793 dan diperintahkan Gubernur Ternate Johan Godfried Budach untuk mempertahankannya, menolak, dengan alasan belum ada instruksi dari Batavia. Namun, ketika kapal Pakenham tiba di Manado, ia ketakutan. 

Tanpa perlawanan di tanggal 4 Maret 1797 ia menyerahkan Keresidenan Manado kepada Edward Pakenham. Durr berpikir ia toh menyerahkan teritorinya kepada mantan penguasanya, Walinegara Willem V van Oranje-Nassau berdasar dekrit Kew. Apalagi, diketahuinya Ambon yang dipertahankan dengan kuat oleh Gubernur Alexander Cornabe menyerah tanpa melawan, apalagi dirinya. 

Dalam surat kepada atasannya, Durr mendalihkan tidak mampu mempertahankan Fort Amsterdam Manado hanya dengan seorang sersan dan 24 serdadu alifuru Minahasa yang dikhawatirkannya akan segera membuang senjatanya. Selain itu, dinding benteng begitu buruk, dan akan hancur terkena tembakan pertama¹.

Inggris segera menguasai Benteng Amsterdam dan menempatkan seorang perwira dan 20 serdadu. Menyatakan kesetiaannya kepada Inggris dan Walinegara Willem V, bekas Residen Durr dan para pegawainya diberi kepercayaan kembali oleh Edward Pakenham untuk menjalankan roda pemerintahan Keresidenan Manado, karena Inggris kekurangan personilnya. Bekas Sekretaris Werdemuller (Weydemuller), diangkat sebagai Komandan Pos di Kema. Sementara Residen Gorontalo Jacobus Josephus Bax terpaksa menyerah kepada Inggris tanggal 11 Mei 1797, karena 'ketidaksetiaan' beberapa kepala Gorontalo. Bax dan keluarganya dikirim ke Ambon dengan frigat Inggris Bombay.

Maka, sehari-harinya, Manado tidak berubah apa-apa. Hukum dan cara pemerintahan Belanda tetap berjalan. Yang berbeda, hanya bendera Inggris yang berkibar di Fort Amsterdam, juga di pos-pos penting. Selain itu, Durr  menerima gaji dari Inggris, dan tugasnya adalah mengirim banyak hasil dari Manado ke Ambon, pusat kekuasaan Inggris, lalu Ternate setelah berhasil diduduki Inggris tanggal 21 Juni 1801.

Masa Inggris ini, para bajaklaut Mangindano (Mindanau) betul-betul merajalela. Ketika bulan Juli 1801 Amurang, pos Belanda terakhir yang diambilalih Inggris dikepung 40 perahu bajak laut Mangindano. Durr segera meminta bantuan pasukan Inggris dari Ambon untuk mengatasinya. Bajak laut yang berkekuatan 1.200 orang pria dengan modal duabelas senjata kuningan (8 dan 6 pon) itu telah mulai mendarat, ketika kapal Inggris HMS ‘Swift’ tiba awal  bulan Agustus itu.

Swift bersenjatakan 20 meriam yang dikomandani Captain John Hayes segera menghancurkan kapal kawanan bajak laut serta menewaskan 600 orang perompak. Ia kemudian mengejar sisa-sisa bajak laut ke Kepulauan Sangir. Ternyata, para perompak menyempatkan menyamun dan membakar Taruna serta menculik 200 wanita dan sejumlah pria. Naas, kapal bajak laut tenggelam dan kebanyakan tewas. Hanya 1 wanita berhasil diselamatkan oleh kapal Swift. 

Dengan persetujuan Amiens yang diteken 27 Maret 1802, Inggris harus mengembalikan sebagian Indonesia timur yang didudukinya kepada Republik Bataafse, termasuk Manado. Maka, Inggris menyerahkan kembali Minahasa sejak tanggal 1 Maret 1803, meski secara resmi baru setelah Ternate diserahkan tanggal 5 Agustus 1803. Carel Cristoffel Prediger mengambilalih pemerintahan dari Durr yang dipecat tanggal 6 November 1803.

Gencatan senjata Inggris-Perancis tidak berlangsung lama. Armada Inggris yang bermarkas di India kembali berupaya mencaplok jajahan-jajahan Belanda yang kemudian diperintah Louis Napoleon, adik Kaisar Perancis, menggantikan pemerintahan Republik Bataafse.

Di tahun 1809 EIC mengirim espedisi besar dari India, dibawah pimpinan Rear-Admiral William O’Bryen Drury. Jawa dan Maluku diblokade ketat, dan sebagai strategi diputuskan Drury merebut jajahan Belanda di timur. 

Captain Edward Tucker, komandan HMS ‘Dover’ yang bersenjatakan 44 meriam dibantu HMS Cornwalis dan Samarang, dengan mudah menaklukkan Ambon (19 Februari 1810). Lalu dalam tempo dua minggu berikutnya mengambil Saparua, Haruku, Nusa Laut, Buru, dan Manipa. 

Edward Tucker dengan Dover kemudian berlayar ke pelabuhan Gorontalo di Teluk Tomini. Meski pun bendera Belanda berkibar di Benteng Nassau Gorontalo, ternyata tidak ada pejabat Belanda di situ. Gorontalo hanya diatur oleh Sultan dan dua putranya atas nama pemerintah Hindia-Belanda. Sultan dapat dibujuk untuk melayani Inggris, sehingga Gorontalo resmi dikuasai tanggal 16 Juni 1810.


Meriam VOC. *)

Sukses mengambilalih Gorontalo, Tucker segera berlayar ke Manado. Pertahanan Manado termasuk cukup kuat. Garnisunnya dipertahankan oleh 113 orang, termasuk pejabatnya, sementara Benteng  Amsterdam dilindungi oleh dua baterai dengan 50 meriam terpasang. Baterai terkuat berada di pinggir pantai, sementara baterai lainnya di atas bukit. 

Pasukan Inggris di HMS Dover sendiri berjumlah lebih dari  200 orang, terdiri pelaut dan marinir (85 orang), lalu detasemen artileri (46 orang) dan Madras European Regiment (130 orang), ditambah serdadu Ambon.

Frigat Inggris itu siap menggempur Manado, tapi sebelum memulai serangannya Edward Tucker mengirim utusan dengan bendera gencatan senjata dan surat kepada Marinus Balfour Residen Manado untuk menyerahkan Manado tanpa melakukan perlawanan.

Para pegawai sipil Belanda diberi kesempatan bebas kembali ke Jawa, namun semua militer akan menjadi tawanan perang, sampai nanti diberikan pembebasan bersyarat. Tanpa menunggu lama Marinus Balfour menerima semua persyaratan Edward Tucker. Maka, Manado dan semua wilayahnya serta harta milik Belanda lainnya, termasuk meriamnya jatuh ke tangan Inggris, tanggal 24 Juni 1810.

Pengambilalihan Manado itu dilakukan oleh para marinir dibawah komando Letnan Higginson dengan dibantu Letnan Fireworker Thomas Nelson dari pasukan artileri, ditambah 30 pasukan Ambon.

Penaklukan Edward Tucker kemudian berlanjut ke Ternate yang kemudian jatuh tanggal 31 Agustus 1817. Seluruh Hindia-Belanda akhirnya dikuasai Inggris setelah Batavia diduduki dan Gubernur Jenderal Jan Willem Janssens menyerah.

KONTRAK
Berbeda dengan kejadian tahun 1797, pejabat Inggris langsung mengendalikan Keresidenan Manado. Letnan Thomas Nelson ditunjuk menjadi Residen di Manado. Kemudian hari ia digantikan Letnan John Cursham.

Dengan para kepala balak Minahasa, Residen Thomas Nelson membuat kontrak baru, terutama dalam hal pemasukan hasil untuk EIC. Begitu pun dengan para raja di kawasan Sulawesi Utara lainnya, termasuk dengan raja-raja di wilayah yang sekarang menjadi Sulawesi Tengah. 

Fort (Nieuw) Amsterdam tahun 1910. *)

Kontrak-kontrak tersebut adalah dengan para kepala Minahasa tanggal 14 September 1810. Tanggal 19 Januari 1811 dengan Raja Manganitu. Tanggal 1 April 1811 dengan Raja Bolaang Itang. Tanggal 10 April 1811 dengan Raja Taruna (Tahuna). Tanggal 20 Juni 1811 dengan Raja Bolaang-Mongondow. Tanggal 10 Oktober 1811 dengan Raja Atinggola dan Raja Buol.

Di tahun 1812, kontrak ditandatangani dengan RajaTabukan tanggal 10 Februari, dan dengan Raja Tagulandang tanggal 25 Maret.

Anehnya, tidak ada kontrak antara Inggris dengan sejumlah raja lain yang berada dalam pengawasan Residen Manado, termasuk Gorontalo dan daerah teritorialnya. Seperti dengan Raja Siau dan Kandahar (Kandar) di Kepulauan Sangir. Begitu pun tidak dibuat kontrak antara EIC dengan raja-raja Gorontalo, Limboto, Bolango, Bone, Boalemo, Parigi, Bintauna dan Tontoli (Toli-Toli). 

NASIB DUA EDWARD
Kedua Edward penakluk Manado memiliki akhir berbeda. Penakluk Manado tahun 1810, kelak memperoleh gelar kebangsawanan Inggris, sehingga namanya menjadi Captain Sir Edward Tucker RN. Di masa kekuasaan Raffles, perwira dari Bombay Marine Regiment ini menjabat Deputy Pay-master General di General Staff Army. Bekas kapalnya HMS Dover tahun 1811 mengalami kerusakan

Nasib mengenaskan justru menimpa Edward Pakenham, penakluk Manado tahun 1797. Kakak kandung  dari Vice Admiral John Pakenham ini, tenggelam bersama kapalnya Resistance di Selat Bangka tanggal 24 Juli 1798. 

Penyebabnya tidak dapat dijelaskan, tapi mungkin karena sambaran petir, lalu meledak dan tenggelam ke dasar laut.  Ada dua versi jumlah korbannya. Versi pertama, terdapat 345 orang di kapal tersebut. Sejumlah 332 orang tewas, dan 13 selamat. Yang selamat, menempel di reruntuhan kapal, membangun rakit dan berlayar ke Sumatera. Tapi, badai tiba-tiba muncul. Hanya lima orang selamat mencapai Sumatera dan dipenjarakan orang Melayu. Dan, akhirnya hanya satu yang berhasil lolos, diselamatkan dibawa kapal Carysfort ke London 16 November 1799. 

Versi kedua yang beredar, kapal Resistance saat itu membawa Pakenham, petugas dan awak terdiri 250 pelaut dan 30 marinir, ditambah 14 tahanan Spanyol dan beberapa penumpang. Mereka semua tewas setelah kapal meledak dan tenggelam. Yang selamat empat orang, dan hanya satu yang akhirnya tiba kembali di London.


Inilah dua surat Captain Edward Tucker kepada Rear-Admiral William O’Bryen Drury, dengan sebuah salinan suratnya kepada Residen Manado Marinus Balfour.


H.M.S. Dover, at Sea, off Gorontalo, June 16.
Sir,
In prosecution of your excellency’s orders to distress the enemy as much as possible in the Molucca sea,  I beg leave to inform you, that, after having sent all the Dutch officers and troops from Amboyna to Java,  I proceeded to the Dutch port of Gorontello, in the bay of Tommine, on the northern part of the Island of Celebes, where I found the colours of the King of Holland flying on the fort, and on the three batteries at the entrance of the harbour.  Finding, however, that no Dutch officer had charge of these post,  but that the whole settlement was vested in the hands of the sultan and his two son (who bore Dutch commissions) for the Dutch company,  I therefore, instead of making a descent, landed, and waited upon his majesty, to whom I addressed a letter.  The proposals contained in this letter having been duly considered by his majesty and the nobles in council, were acceded to with satisfaction.  The Dutch colours were hauled down, and the British supplied their place in Fort Nassau, under every demonstration of their attachment to the English government.
Having thus opened a large proportion of this part of the Celebes to the English trade, from whence also various kinds of supplies can be constantly thrown into our possessions in the Moluccas   it is my intention to proceed to Manado, where there is a very good fort, with a heavy battery in front,  close to the sea, and the fort again commanded by a battery on a hill immediately over it, and front whence musketry can play ino the fort;  but as the ship can be brought to bear on the latter and lower battery, and 60 picked men, under Liutenants Incledon and Higginson, are ready to storm the battery on the hill, I have no doubt but the attack will be successful.
       To Rear-Admiral DRURY, &c.&c.   (Signed,)      EDWARD TUCKER.


H.M.S.Dover, Manado Roads, June 25.
Sir,
Conformably to my intentions as expressed in a former letter to your excelleency,  dated the 16th inst.off Gorontello, I proceeded to Manado, where I arrived yesterday at two p.m.;  and having taken up a station in his Majesty’s ship under my command to the right of Fort Amsterdam, and well reconnoitred the positions,  I instantly sent a flag of truce on shore, with a summons to the governor, a copy of which I herewith inclose.
The enemy having thought proper to accede to the terms proposed,  the marines were landed, under the command of Lieutenant Higginson, assisted by Lieutenant Fireworker Nelson of the Honourable Company’s coast artillery, and 30 of the Amboynese troops, embarked in the Dover for the purpose of garrisoning it after its capture, who immediately took possession for his Majesty.  Had the enemy chosen the other alternative,  I am well convinced, from the experience I have repeatedly had, that the officers and men I have the honour to command, would have added to the credit which they have already so well earned, particularly in the attack of Amboyna.
The dependencies which have fallen with Manado are very extensive, being the ports of Kemar, Le Copang, Amenang, and Tawangwoo; the capture thereof, as well as Gorontello,  has been very opportune, as large supplies were preparing at all these places, and ready to be shipped for the Isles of Ternate and Banda.
I have the honour to transmit returns of the garrison found here, and of the ordnance in Fort Amsterdam and the adjacent batteries.
      To Rear-Admiral DRURY,&c.&c.         (Signed,)  EDWARD TUCKER.


Copy of a letter to MARINUS BALFOUR, Esq.Prefect at Manado, dated Dover, off Castle Amsterdam, June 24.

Sir,_______ It has no doubt, ere this, been made known to you,  that the English are in considerable force in these seas, and that the Island of Amboyna, with all its dependencies, are already in their possession. You now see before your fort and batteries an English frigate, ready to open her fire, and volunteers in her boats, only waiting the order to land and storm your position: it remains for you to decide on this point.
Being perfectly acquainted with the exact strength of your garrison, and all your means of defence,  I am enabled to judge with what probability of success you can oppose me; I therefore summon you to surrender the fort of Amsterdam, with all its dependencies thereunto belonging.  On condition of your instantly complying and delivering up all public property,  I promise protection to the persons and private property of the inhabitans;  that de Dutch civil servants shall be at liberty to return to Java:  the military, being prisoners of war, may likewise return there, on their parole of honour.
The officer in charge of this has instructions to wait half an hour for your determination, which, should it be in the affirmative, be pleased to notify by striking the colours of the fort; if in the negative,  by hauling down the flag of truce.
                                                  (Signed,)   EDWARD TUCKER.

RETURN of the Garrison found in Fort Amsterdam, Manado, June 24.
1 Captain commandant, 3 lieutenants, 3 sergeants, 1 bombardier, 13 corporals, 1 fifer, 1 drummer, 70 privates, 1 boatswain,  and 10 fore-mast-men.
Total, including officers, 113.

RETURN of Ordnance found at Manado, June 24.
1 Brass 6-pounder, 4 ditto 1-pounders, and 5 ditto½-pounders.
3 Iron 12-pounders, 5 ditto 8-pounders, 9 ditto 6 pounders, 6 ditto 4-pounders, 5 ditto 2-pounders, and 14 ditto 1-pounders.
Total, 50 guns.

           -----
¹ Pertahanan Manado masa Residen George Frederik Durr, per tanggal 31 Agustus 1796 terdiri besi: 8 pon (2), 6 pon (8) dan 4 pon (2). Logam: 4 pon (15) dan 1 pon (1). Total 28 senjata, Sementara kekuatan Garnizun Manado per 31 Juni 1796 terdiri: 1 sergeant, 5 korporaal, 1 tamboer pijper, 37 soldaten, 1 kanonnier, 3 bosschieters dengan total 48 personil.



*). Lukisan Gribble Nick, freepages.genealogy.rootsweb.ancestry.com dan lain-lain.
    Foto koleksi KITLV dan National Archives of the Netherlands


SUMBER:
-The Naval Chronology of Great Britain; or, An Historical Account of Naval, James Ralfe. Digitized by Google.
-Full text of Commodore Sir John Hayes His Voyage and Life (1767-1831), Ida Lee, 1912, California Digital Library.
-The Naval History of Great Britain, from the Declaration of War by France, in Februari 1793, William James, London 1826. Digitized by Google.
-Zamengesteld en Uitgegeven op last van de Nederlandsch-Indische Regering, Mr.J.A.van der Chijs, Inventaris van ‘s lands Archief te Batavia, KITLV.
-De Verdediging van Ternate onder den Gouverneur Johan Godfried Budach 1796-1799,
-P.A.Leupe, Bijdragen T.L.V., Achtste Deel, Digitized by Google.
-Genealogical Edward Pakenham, The Peerage.


 

Selasa, 11 Juni 2013

Manado Tahun 1870

                                                          

                                                   

                                                     Oleh: Adrianus Kojongian

 





Gadis penari tahun 1870. *)


Semakin banyak orang Manado dicatatkan di paruh kedua abad ke-19, terutama adalah disebutnya para guru yang memimpin di Sekolah Pemerintah (Gouvernements-school), Sekolah Negeri (Negorij-school) dan Sekolah Zending (Genootschaps-school). Mereka bekerja di pelosok Minahasa, Sangir-Talaud dan bahkan Gorontalo. Selain ketiga jenis sekolah tersebut, di kota Manado ada pula Openbare Lagere School, sebelumnya Gouvernement Lagere School. Lalu di Tondano ada School voor Zonen van Inlandsche Hoofden en van Aanzienlijke Inlandsche Partikulieren in de Minahassa. Sekolah tersebut belakangan lebih terkenal dengan sebutan Hoofdenschool (Sekolah Raja) yang mendidik calon-calon pemimpin di kawasan Keresidenan Manado. Namun Kweekschool voor Inlands Onderwijzer di Tanawangko yang dibuka dan dipimpin Zendeling Nicolaas Graafland justru tidak dicatat. Sekolah inilah yang melahirkan para guru sekolah-sekolah Zending dan Negeri.

Yang menarik adalah dicatatkannya nama Lambertus.Mangindaan, boleh disebut tokoh cendekia Minahasa pertama asal Pondang Tombasian. Ia awalnya menjadi murid piara di rumah Zendeling Amurang pertama Carl Fraugott Herrmann. Kemudian karena pintar, dikirim Herrmann ke Belanda untuk sekolah menjadi penginjil. Tapi karena ditolak NZG, ia ikut pendidikan guru di Amsterdam, baru setelah menamatkannya ikut pendidikan tambahan guru agama. Tahun 1858 dengan mengantongi ijazah di bidang teologia dan Hoofdacte ilmu pendidikan, ia kembali ke Minahasa. 

Oleh NZG, Lambertus Mangindaan ditempatkan sebagai Zendeling di Gereja Tikala Manado merangkap sebagai wakil dari Pejabat Predikant Manado Zendeling Fokke Henderiks Linemann. 

Namanya sebagai zendeling tidak dicatatkan di Almanak. Hanya ada dalam posisi guru. Tahun 1861 Lambertus Mangindaan diangkat menjadi guru bantu di Gouvernement Lagere School Manado. Statusnya ondermeester derde rang atau guru bantu klas tiga, di bawah kepala sekolah Leendert Gerardus van der Hoek yang berstatus onderwijzer tweede rang (guru klas dua). Dari Almanak-almanak sebelumnya, posisi ondermeesternya itu dengan menggantikan guru bantu Alfred Charles Winckler. Sedang guru kepala L.G.van der Hoek mengganti Herman Carel Dircks.
Mayoor Tondano tahun 1870. *)
Ketika pemerintah kolonial membuka di Tondano School voor Zonen van Inlandsche Hoofden en van Aanzienlijke Inlandsche Partikulieren in de Minahassa, maka Lambertus Mangindaan naik pangkat, diangkat menjadi Tweede Onderwijzer, sedangkan L.G.van der Hoek sebagai Eerste Onderwijzer. Pengangkatan keduanya itu berdasar beslit tanggal 15 Oktober 1864. 

Nasib Lambertus Mangindaan adalah sebagai anak negeri terjajah yang disepelekan. Apalagi sejak awal, ia mengkotbahkan gereja berdiri sendiri, dengan dilakukan pemisahan urusan gereja dan negara. Meski kepintaran dan derajat pendidikannya tidak kalah dengan orang Belanda, ia tetap dianggap ‘inlander’, kelas bawah. Mangindaan ditolak banyak orang Belanda, anggota jemaat Belanda di Gereja Protestan Manado, termasuk sejumlah Zendeling. Tahun 1865 ia dicopot dari posisi Zendeling. Kelak pula posisinya di Sekolah Raja (Hoofdenschool) ikut dicabut. Namun, dari Almanak 1870, ia masih dicatat saat ini sebagai guru kedua di sekolah tersebut. Artinya pemecatan di Sekolah Raja baru terjadi setelahnya.
Wanita Kristen tahun 1870. *)
Lambertus Mangindaan kawin tanggal 28 Maret 1866 di Manado dengan wanita Borgo bernama Petronella Weijdemuller (Manado 24 September 1830-Manado 26 September 1911). Tulisannya yang terkenal adalah  ‘Oud Tondano’ dipublikasi dalam Tijdschrift Nederlandsche-Indie Nomor XX tahun 1883. Kemudian hari, oleh Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) dianggap sebagai pelopor gerejanya.

PEMIMPIN CINA DAN ISLAM 
Menarik pula mengamati kepemimpinan Tionghoa Manado. Pemimpin seluruh komunitas adalah Kapitein der Chinezen, sedang kepala Kampung Cina Manado (Letter G), seorang Wijkmeester yang diberi pangkat dengan rang Letnan (Luitenant). Mereka diangkat  dan diberhentikan dengan beslit Residen Manado. Tokoh Lie Ping sangat lama menjabat Luitenant der Chinezen di tahun 1840-an sampai awal tahun 1860-an. Dia kemungkinan telah meninggal di tahun 1861 karena posisinya lowong. Baru di tanggal 5 Maret 1862 Sie Sieuw diangkat sebagai Luitenant. Seperti Lie Ping, Sie Sieuw pun otomatis jadi Wijkmeester Letter G. 
Cina Manado tahun 1873. *)
Kapitein Cina Manado di tahun 1848 dipegang oleh The Tjintjo, namun tahun 1850 sudah berganti orang, dijabat oleh Que Sitiong. Tidak lama pula ia memegang, karena di tahun 1852 Ong Hap menjadi pejabat Kapitein Cina, dan sejak tanggal 21 Juni 1852 resmi memegang jabatan Kapitein. Ong Hap cukup lama memangku posisinya, sampai kemudian diganti Sie Sieuw (Sie Seo) tanggal 5 Maret 1862. Sie Sieuw naik dari posisi Luitenant der Chinezen Manado. Pengganti Sie Sieuw sebagai Letnan Cina adalah Ong Bondjie.

Di tahun 1870 ini (dari perhitungan akhir bulan Desember 1868), disebut penduduk Cina Manado sebanyak 1.601 orang. Penduduk Belanda dan Eropa lainnya  675 orang, pribumi 182.682 jiwa, sedangkan orang Arab 16 jiwa.

Pertumbuhan orang Arab belakangan akan semakin pesat, karena pemimpinnya kelak menyandang rang Letnan, mengambil peran Letnan Islam Manado. 

Letnan Islam Manado adalah pemimpin Kampung Islam yang disebut juga Kampung Melayu Manado atau Letter H, selalu diposisikan sebagai Letnan Dua di Garnisun Schutterij Manado. Tahun 1840-an Luitenant Islam Manado bernama Joedoe Kasoemo alias Montaram. Tahun 1850 posisinya telah dipegang oleh Djoar. Tahun 1853 Letnan Islam sekaligus Wijkmeester Letter H adalah Ong Buntjo. Dan, akhir tahun 1850-an Baba Sankilang sebagai letnan, hingga Maret 1862 digantikan Kitjil Alie.

Para pemimpin komunitas Cina dan Islam Manado ini selalu duduk dalam lembaga-lembaga penting Keresidenan Manado, malah mengalahkan keterlibatan dan atau ‘partisipasi’ orang Manado masa itu.
Parade Tahun Baru Cina Februari 1873. *)
Berikut dari sana-sini Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indie voor het jaar 1870, sesuai tulisan masa itu.

Personeel ter Hoofdplaats
Resident: F.J.H.van Deinse, 14 Nov.1864.
Sekretaris, tevens fd.notaris en vendumeester:  Mr.P.A.Matthes, 19 Dec.1862.
Kommies: N.H.Hartman, 28 Nov.1866.
Derde kommies: D.H.C.Verploegh Chasse, 9 Maart 1867.
Hoofddjaksa bij den land-of Minahassa-raad en bij de rijksraden van de noordkust van Celebes en de Sangi-eilanden:  A.B.Kalenkongan, 22 Aug.1861.
Kapitein der Chinezen:  Si Seo, 21 Junij 1865.
Luitenant der Chinezen: Ong Bondjie, id.
Hoofd der mohammedanen met den rang van luitenant, Kitjil Ali.
Landmeter: F.W.Paepke Bulow.

Brandspuitwezen
Algemeen brandpuitmeester: J.H.H.d’Arnaud Gerkens.
Brandspuitmeester van de spuit no.1: A.C.Winckler.
Adjunkt  brandspuitmeester van de spuit no 1: M.N.Huwae.
Brandspuitmeester van de spuit no.2:  H.Vierdag.
Adjunkt brandspuitmeester van de spuit no.2: J.H.Witterland.

Wijkmeesters
Wijkmeester van de wijk lit.A: C.F.Bendsnijder.
Wijkmeester van de wijk lit.B: V.B.Salomontsz.
Wijkmeester van de wijk lit.C: Z.Scholtz.
Wijkmeester van de wijk lit.D: A.Niels.
Wijkmeester van de wijk lit.E: L.D.W.A.van Renesse van Duivenbode.(H.P.3, ridder 3 ste klasse Orde van Philip den Grootmoedige Hessen-Darmstadt).
Wijkmeester van de wijk lit.F: Ong Bondji.
Wijkmeester van de wijk lit.G: Ketijl Abi.

Kontroleurs bij het Binnenlandsch Bestuur
Eerste klasse: J.S.van den Broek, 8 Okt.1864.
Tweede klasse: O.J.B.Bloem, 4 Maart 1867; ----- jhr.F.G.V.Boreel, 17 Feb.1869.
Derde klasse: F.S.A.de Clercq, 17 Maart 1866; ----C.M.E.Merens, 14 Aug.1866; ---- W.L.Rogge, 25 Junij 1868; ----L.J.Bohtlingk, 14 Aug.1868; ---- J.P.van Harencarspel, 17 April 1869; ---- H.van Heuckelum, 30 Junij 1869.
Ambtenaar ter beschikking: W.J.M.Michielsen, 14 Aug.1868.

Verder Personeel in de Binnenlanden
Afdeeling Menado
Kontroleur de 3ste klasse: J.S.van den Broek.
Klerk, tevens onderpakhuismeester te Tanawanko:  W.J.Lefrandt.
Afdeeling Kema
Kontroleur der 3de klasse: W.L.Rogge.
Klerk, tevens onderpakhuismeester: C.Th.H.Winckler.
Afdeeling Tondano
Kontroleur der 2de klasse: O.J.B.Bloem.
Koffij-pakhuismeester te Tondano: D.Hartman.
Koffij-pakhuismeester te Kakas: J.G.Wilson.
Koffij-pakhuismeester te Rembokken: J.Lang.
Koffij-pakhuismeester te Tomohon: J.E.Tokaija.
Afdeeling Amoerang
Kontroleur der 3de klasse: F.S.A.de Clercq.
Rumah Kontrolir Amurang awal abad ke-20. *)

Klerk, tevens onderpakhuismeester te Amoerang. D.F.Celosse.
Koffij-pakhuismeester te Sonder. J.D.A.Celosse.
Idem te Wakan. S.Toemboean.
Idem te Motoling. J.E.Jacob.
Afdeeling Belang
Kontroleur der 2 de klasse: jhr.F.G.V.Boreel.
Onderpakhuismeester te Belang: J.Manuhuruapon.
Koffij-pakhuismeester te Tompasak: L.L.Z.Mamahit.
Afdeeling Gorontalo
Assistant-resident, tevens fd notaries en vendumeester: J.F.G.Riedel, (Z.L.3. ridder 2 de klasse Orde van den Zahringer Leeuw van het groothertogdom Baden), (H.P.3., ridder 3 ste klasse Orde van Philip den Grootmoedige, Hessen-Darmstadt), 7 Feb.1864.
Djaksa bij de rijksraden te Gorontalo: W.B.Kalenkongan, 23 Okt.1863.
Hoofd der inlandsche burgers: P.Weenas.
Kapitein der Boeginezen te Gorontalo: …..
Kapitein op de Togian-eilanden: Oewa Gauw.
Kontroleur der 3de klasse, gevestigd ter hoofdplaats Gorontalo en voorloopig belast met de opname en de kontrole der distrik-ten Kota-Talaga en Tapa: …..
Kontroleur der 3de klasse, gevestigd te Bone, voorloopig belast met de opname en de kontrole der distrikten Kabila, Bone, Bintaoena en Soewawa: C.M.E.Merens.
Kontroleur der 3de klasse, gevestigd te Limbotto en voorloopig belast met de opname en de kontrole der distrikten Kota, Batoedaan en Pogoeajaman: L.J.Bohtlingk.
Ambtenaar ter beschikking, gevestigd te Pagoeat en voorloopig belast met de opname en de kontrole der distrikten Pagoeat, Pentadoe en Potanga, zoomed met het toezigt over de begorijen in het meer inwendig gedeelte der bogt van Tomini gelegen: W.J.M.Michielsen.
Kontroleur der 3de klasse, gevestigd te Kawandang en voorloopig belast met het toezigt over het district Kwandang en over het rijk van Bwool: J.P.van Harencarspel. 

Landraad Menado
Voorzitter: De Resident.
Leden: Twee ambtenaren of ingezetenen en zooveel balkshoofden als tegenwoordig zijn.
Hoofddjaksa: A.B.Kalenkongan, 22 Aug.1861.
Griffier: De kommies op het residentie-kantoor.

Wees-en boedelkamer
President. Mr.P.A.Matthes, 6 Mei 1865.
Leden. G.H.B.Hofman, 5 Aug 1865; ---- F.J.Wenzel, 10 Maart 1867; ----- Sie Siuw, 21 Junij 1865; ------ Kitjil Ali, 7 Jan.1865.
Sekretaris en boekhouder. A.C.Winckler, 26 Feb.1858.
Agenten
Tanawanko. W.J.Lefrandt; --- J.F.van den Broek.
Kema en Likoepang. W.L.Rogge; ---- C.Th.Winckler.
Tondano. L.G.van der Hoek; ---- A.C.van Essen.
Amoerang. D.F.Celosse; ----- F.A. de Clercq.
Belang. J.Manuhuruapon; ----- Jhr.T.G.V.Boreel.
Gorontalo. C.Wilson; ----- P.G.Th. Landouw.

Voornaamste Inlandsche Vorsten
Menado


Datum van optreding
Johannes Manuel Manoppo
Radja van Bolang Mongondo
6 Sept.1862
Moehammad Aliyoe’d-Dini Iskandar Ali van Goebal
Radja van Bolang Oeki
30 April 1868
Salmon Datoenselang
Radja van Bintaoena
15 Sept 1866
Israel Ponto
Radja van Bolang Itang
29 Aug.1864
Gongalat Koromput
Radja van Kaidipang
23 Okt.1865
Teroengkoe, ook genaamd Moehammad Siradjoe’d-Din
Radja van Bwool
1 Aug.1863
Afdeeling Gorontalo
Djainal Abidin (Zainoe’l-Abidin)Alhabsi Monoarfa
Radja van Gorontalo
16 Dec.1859
……
Radja van Limbotto
……
Abdoe’l-Latif Moehammad Tengaho
Radja van Bone
17 Nov.1859
Iskandar Ba-Ito
Radja van Atinggola
9 Nov.1857
Ideroeti
Radja van Boalemo
24 Okt.1856
Mangkaoem
Radja van Moeton
26 Mei 1850
Prins Tjali
Radja van Parigi
17 Sept.1862
Sangir-eilanden
Hendrik David Paparang
Radja van Taboekan
8 Aug.1851
Jacob Rasoembala
Radja van Taroena
8 Junij 1850
Jacobs Ponto
van Kandar-Siauw
12 Junij 1850
Daniel Petrus Janis
Radja van Kandar
25 Julij 1861
Manuel Mocodompis
Radja van Manganitoe
14 Julij 1864
Lucas Jacobsz
Radja van Tagoelanda
2 Sept.1854

Schutterijen Menado
Afdeeling Minahassa
Staf
Schoe,J. Kapitein, kommandant, 20 Jan.1859.
Willigen, A. de tweede luitenant-adjudant, 10 Okt.1866.
Tokaija, J.P. tweede luitenant-kwartiermeester, 2 Junij 1862.
Eerste Luitenants
Wenzel, F.J. 24 Julij 1860.
Schutz, J.H.B. 10 Okt.1866.
Tweede Luitenants
Celosse, D.F. 7 Maart 1862.
Hofman, G.H.B. 28 Sept.1865.
Kitjil Ali. 7 Maart 1862.
Te Kema
Clercq, F.S.A. de eerste luitenant, kommandant, 24 Julij 1867.
Te Amoerang
Broek, J.S. van den, eerste luitenant, kommandant, 25 Aug.1867.
Te Belang
Bloem, O.J.B. tweede luitenant, kommandant, 24 Julij 1867.

Strandvonderij  voor de Residentie Menado
De havenmeester, van de grenzen van het district Tombareri tot die van het district Likoepang.
Afdeeling Kema en Likoepang. De kontroleur.
Afdeeling Belang. De kontroleur, van de grenzen der afdeeling Kema (Pantei Tondanoe) tot Kota Boena.
Afdeeling Amoerang. De kontroleur, van de grenzen van Menado tot die van het rijke Bolang Mongondo.
Afdeeling Gorontalo,. De assitent-resident voor de stranden van die afdeeling in de bogt van Tomini, en de dtranden der Noordkust van Celebes van de posten van Sumalata en Kwandang.

Pakhuis-Administratie
Pakhuismeester te Menado: J.J.Wenzel, 1 Dec.1858.
Pakhuismeester te Gorontalo: P.G.Thomassen Landouw, 4 Julij 1859.

Posterijen
Postkommies te Menado: J.H.B.Schutz, 1 Maart 1864.

Hoofdplaats, Plaatselijke Schoolkommissie
Voorzitter. De resident.
Leden. F.H.Linemann, 1 April 1869; --- G.J.Filet, id.; ---- H.C.Dircks, id.; ----Mr.P.A.Matthes, id.
Sekretaris. Mr.P.A.Matthes.
Openbare Lagere School
Hoofd-onderwijzer 2de klasse. L.H.B.Hofman, 31 Aug.1868.
Eerste hulp-onderwijzer 3de klasse. J.A.Boyer, 4 Aug.1869.
Tweede hulp-onderwijzer 3de klasse. A.Niels, id.
Kweekeling. E.van der Kamp, 31 Aug.1868.
School te Tondano voor zonen van inlandsche hoofden en van aanzienlijke inlandsche partikulieren in de Minahassa
Eerste onderwijzer. L.G.van der Hoek, 15 Okt.1864.
Tweede onderwijzer. L.Mangindaan, id.
Regent van het kosthuis. A.C.van Essen.
Inlandsche Scholen
Gouvernements-school
Menado
M.Makaampoh
9 Jan.1860
Lotta
D.Saraja
30 Maart 1866
Tateli
M.Salmon
29 Okt.1866
Tanawanko
J.Marcus

Paniki di bawah
L.Ramnat
29 Feb.1860
Kema
M.Kumantas
22 Julij 1857
Likoepang
J.Codevahij
12 April 1865
Tondano
N.E.Paat
25 Sept.1852
Kapatarang
D.Maukar
29 April 1867
Kakas
L.Palilingan
15 April 1865
Langowang
S.Warouw
29 Sept.1866
Amoerang
P.Lutam
15 Dec.1868
Negorij-scholen
Kokka
……..
Soeloehan
J.Tuwoh
Tinooer
……..
Popontolen
J.Ratag
Warembungan
………
Lelema
J.Pangkej
Sendoek
………
Moente
W.Rovinpandej
Masing
……….
Tengah
J.Tambuwun
Popareng
………
Pakoeweroe
J.Humaat
Ajer-madidih
K.Dededaka
Eloesan
T.Runtunuwu
Tonsea lama
J.A.Dimpudus
Tawaang
P.Sihuw
Maoembi
J.Pinontoan
Malikoe
P.Lutam
Koeil
J.Bojoh
Pinaling
J.Wungow
Pangolombian
D.Wajong
Popoh
K.Rantung
Kembes
S.Renku
Loboe
T.P.Rompas
Tankoeni
M.Kolondam

Genootschapsscholen
Atep
G.Tanpanavas
Kolongan
J.Loing
Palamba
S.Pinontoan
Sawangan
E.Tumbel
Talawatoe
N.Lalu
Kombi
S.Bengij
Passoh
A.Kaligis
Ranowanko
P.Kowaas
Toelian
P.Sumampoor
Laloempei
J.Rambitan
Panassen
J.Surentu
Toelap
J.Pangau
Kajoeatoe
N.Rumajar
Kajoeroja
E.Sanggor
Karor
N.Pavei
Watoelawei
C.Tawaeng
Somboki
J.Tawan
Telap
N.Bolung
Rembokken
J.Pangemanan
Watoemea
M.Legoh
Kasuratan
J.Kaligis
Eris
J.Adam
Tompassoh
………
Toelian Ketjil
A.Pangalila
Tolok
J.Malingkonor
Papakelan
A.Lewu
Kanonang
H.Wurling, wd.
Koia
J.Gorott
Kowankoan
M.Ratu
Negeri Baroe
B.Paendong
Tondegesan
M.Kuhu
Ratahan
E.Supit
Kajoei
M.Kaligis
Pangau
J.Poluan
Tombassian di atas
M.Lumentah
Lindanen
A.Lengkej
Sonder
J.Woetaen
Soemampau
L.Lowongon
Kiawa
P.Soemoeal
Bentenan
F.Siwi
Lejlem
Z.Imon
Tatengesan
W.Sandag
Tintjep
A.Wajongkere
Moendoeng
P.Supit
Pinapapalangko
E.Koho
Tonbatoe
E.Ginsu
Kapoja
J.Roengkat
Kali
J.Kawenas
Ramboenan
H.Geroeng
Silian
L.Liwan
Tara-tara
J.Tiwon
Liwoetoeng
S.Ginsu
Lola
………
Watulinej
A.Mingkid
Woloan
………
Woewoek
A.Roemengan
Lemo
………
Talaitad
P.Ondang
Koha
………
Lapi
G.Rompas
Makalisoeng
P.Mangi
Koreng
Z.Sinjal
Rerer
E.Siwij
Kanean
L.Ratag
Pinamorongan
A.Karwoer
Sarongsong
A.Wajong
Paslaten
O.Ratag
Lahendong
A.Siwu
Romoong di atas
J.Toema
Tondangow
A.Pijoh
Toempaan
D.Jacobus
Pinaras
M.Gosal
Ritej
S.Girot
Sawangan
……….
Pondan
J.Worotitjan, wd.
Pandoe
……….
Koemelemboeai
A.Oemboh
Benkol
……….
Woewoek
J.Liando
Malalajang
P.Kolondam
Karimbo
M.Kaligis
Singkil
H.A.Londong
Wakan
L.Toemiwa
Kolongan
…….
Tewasen
J.Toemoejoe
Talawaan
J.Mantiri
Teep
L.Rompis
Mapangit
F.Mantiri
Poigar
R.Moendoeng
Tetej
J.Petrus
Romoong di bawah
S.Pangkej
Loempias
D.Tankilisan
Pakuoe-oerei
L.Loemintang
Sawangan
H.Tikoaluw
Pontak
F.Rantoeng
Paslaten
M.Kaunang
Mopolo
T.Tampamawa
Batoe
L.Roring
Lompad
J.Rasoew
Treman
N.Dumais
Raanan
J.Loemintaintang
Kasar
D.Bolang
Motoling
J.Rasoew
Toemaloentoeng
J.Inarai
Wanga
J.Toemandoek
Sawangan
H.Sontej
Tokin
J.Mowoto
Tengari
F.C.Walanda
Tomohon
E.Lasut
Soekoer
E.Wulur
Tataaran
S.Elias
Matoengkas
J.Maramis
Roeroekan
S.Lengkong
Tateloe
S.Pandej
Kakaskassen
J.Tumbelaka
Lilang
A.Maramis
Kaiawoe
K.Palar
Tandjong-merah
C.D.Worotikan
Kinilow
E.Malonda
Lansot
M.Asmus
Gorontalo
Gorontalo
S.U.Paulus
27 Oct.1866
Gorontalo
M.Emor
17 Oct.1860
Bone
W.P.Wowor
27 Oct.1866
Limbotto
B.Tangkudung
29 Dec.1864
Sangir-eilanden
Ondong
P.Passandaran
Kandahar
P.Ontol
Oeloe
L.Takainginan
Taboekan
………
Sawan
P.Nathan
Koeloer
S.Makanoming, 24 Julij 1868
Talawit
J.Areres
Menalo
N.Parain, 10 Junij 1869
Lia
J.Kabukan
Tarian
……….
Kiawan
J.Kalampong
Koema
……….
Manganitoe
M.Liando
Tagoelandang
S.Bawole
Tawoali
A.Rener
Haas
J.Makasihi
Lapango
J.Jacob
Minangan
S.Ponto
Toeroena
J.Henkebohan
Makelahi
L.Johannis
Kolongan
Z.Waroka


Kerkeraden der Prostestantsche Gemeenten
President. F.H.Linemann.
Ouderlingen der nederduitsche gemeente. J.Schoe; ----F.W.Paepke Bulow.
Id.der maleische gemeente. A.C.Winckler; ----- E.Pattijnama.
Diakenen. G.H.B.Hofman; ------ N.H.Hartman; ------H.Scholstz; ------Z.Scholstz; ------J.P.Tokaija; ------J.F.Pattijnama;-------A.B.Kalenkongan.
Nederlandsch Zendelinggenootschap
Zendelingen in de Minahassa
Tondano. H.Rooker, 8 April 1853.
Idem. H.Bettink, 30 Mei 1868.
Langowan. A.O.Schaafsma, 1860.
Tomohon. N.P.Wilken, 7 Mei 1842.
Idem. J.Louwerier, 8 Okt.1868.
Menado. F.H. Linemann, 7 Mei 1842.
Koemelemboeaij. S.Ulfers, 18 Jan. 1848.
Tanawanko. N.Graafland, 5 Sept.1850.
Ajermadidi. H.J.Tendeloo, 30 Aug.1857.
Amoerang. C.J.van de Liefde, 28 April 1862.
Sonder. J.A.F.Schwarz, id.
Ratahan. J.N.Wiersma, 3 April 1863.
Talawaan. …….
Gossnersche Zendingvereeniging
Zendelingen op de Sangir-eilanden
Taboekan (eiland groot-sangier). C.J.M.L.Schroder, 15 Julij 1854.
Manganitoe (id). C.F.Steller. id.
Tamako (id). A.Grohe, id.
Oeloe (eiland Siouw). C.F.W.Tauftmann, id.
Tagoelandang. J. F.Kelling, id.
Zendelingen op Talaut-eilanden
Hoinis. W.Richter, 15 Julij 1856.
Kabroewang. P.Gunther, id.

Plaatselijke Geneeskundige Dienst
Menado. G.J.Filet, officieren van gezondheid der tweede klasse, 14 Junij 1850.
Gorontalo. A.C.Hoogeveen, officieren van gezondheid der tweede klasse, 8 Mei 1863..
Partikuliere Geneesheeren
Gorontalo. A.Schultz, 17 April 1865.

Standplaatsen van de ingenieurs, architekten en opzigters
Ingenieur der 3de klasse, eerstaanwezend ingeniueur. J.H.H.d’Arnaud Gerkens.
Opzigter der 2de klasse. J.V.Witterland.
Opzigter der 2de klasse. J.W.Kuitert (Gorontalo).

Lijst van Schepen en Vaartuigen
Namen der Vaartuigen
Namen der Gezagvoerders
Namen der Eigenaren
Grootte in lasten
Schoener Virgo
Djohar
W.G.Davis
20
Djoenkoe de Zwaan
Po Ten Tjo
Sie Bon Tion
Djoenkoe Wilhelmina Carolina
A.Eman
J.Schoe
Djoenkoe Beo
Tjateklie
A.B.Kalenkongan

Havenmeester
Fd. Havenmeester te Menado. F.J.Wenzel.

Tokohouders
Menado
Dircks, H.C.
Schoe, J.
Duivenbode, L.D.W.A.van Renesse van
Tower, R.
Kalenkongan, A.B.
Vierdag, H.
Mand, T.

Kema
Davis, W.G.


      
      *). Foto koleksi KITLV Digital Media Library.

SUMBER:
Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indie. 1870. Batavia, ter Lans-Drukkerij, 1870.Digitized by Google.