Selasa, 20 Mei 2014

Mayor J.Kaseger Bukan Lulusan KMA Breda

                                      

 

 

                                                  Oleh: Adrianus Kojongian

 

 

 

Militaire School di Meester-Cornelis awal 1926. *)

Kapten lalu Mayor KNIL J.Kaseger adalah tokoh kontroversial yang terkenal karena perannya melumpuhkan pemberontakan melawan Belanda yang dikenal dengan peristiwa Merah-Putih 14 Februari 1946 di Manado. Awalnya diangkat para pejuang karena senioritasnya sebagai Komandan Tentara Keresidenan Manado, tapi, pada 10 Maret 1946 ia melancarkan kontra-kup, memimpin Kompi 143 dan Patola menangkapi para pimpinan pejuang dan pemuda.

Selama ini, banyak tulisan berkait diri Jan Kaseger, demikian nama lengkapnya, serba membingungkan, dengan info-info yang juga menyesatkan. Umpama, ada tulisan menyebut ia mengawini wanita Belanda totok, dan karenanya ditangkap lalu meninggal dalam tahanan Jepang. Lalu juga banyak dipercaya kalau ia merupakan perwira Hindia-Belanda lulusan dari Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda Negeri Belanda.

Memang, tidak ada catatan otentik diperoleh berkait riwayat hidup Jan Kaseger. Tapi, dari Delpher Kranten Belanda, saya memperoleh sedikit data perjalanan studi dan karir militer putra Tondano Minahasa kelahiran tahun 1903 itu.

DALAM BERITA
Nama Jan Kaseger muncul pertama ketika ia berstatus aspirant officier sebagai pelajar dari Instituut Aspirant-Officieren di Meester-Cornelis (sekarang Jatinegara). Koran Bataviaasch Nieuwsblad 15 Juli 1921 dan Algemeen Handelsblad 1 September 1921 mencatat Jan Kaseger sebagai satu-satunya pribumi dari 7 orang aspirant officier yang lulus, naik ke tahun ke-2 studi. Artinya, Jan Kaseger mulai masuk institut di tahun 1920, di usianya yang ke-17.


Kelasnya kemudian menjadi 20 orang setelah 17 pelajar lain diterima di kelasnya. Namun, dia tetap satu-satunya orang Indonesia, dan juga Manado di kelasnya. Ada pribumi lain yang bersekolah di Institut tersebut. Raden Soemantri duduk di kelas 3, serta di kelas 1 Raden Daroe dan L.Lasamahu.

Dalam ujian transisi dari Voorcursus (V.C).II ke V.C.III tahun 1922, Jan Kaseger lulus. Bataviaasch Nieuwsblad 26 Mei 1922 mencatat Kaseger lulus bersama 16 orang Belanda lainnya yang kelak di kemudian hari menjadi perwira-perwira KNIL terkenal, diantaranya W.F.J.Kroon. Kakak kelasnya Raden Soemantri dicatat ikut lulus masuk Militaire School I bersama 13 orang lainnya.


Agaknya Jan Kaseger mengikuti langkah tersebut. Bisa jadi di tahun 1923 ia lulus masuk MS I. Sebab, Bataviaasch Nieuwsblad 24 Mei 1924 mencatat kandidat Kaseger berhasil lulus ujian transisi dari MS I untuk MS II.


Di tahun 1925 kesempatan bersekolah di Negeri Belanda terbuka baginya. Bersama 7 murid tertua lain, salah satunya J.H.C.Biekart yang kemudian selalu bersama dengannya, Jan Kaseger berhasil lulus ujian masuk ke Hoofdcursus. Het Nieuws van den Dag voor Nederlansch-Indie dan Bataviaasch Nieuwsblad 15 Mei 1925 mencatat murid lain adalah: H.A.D.Betke, E.O.van Deursen, K.F.Kunst, J.D.de Riemer dan Th.A.Willemse.


Hoofdcursus berbeda dengan Koninklijk Militaire Academie (KMA), meski sama-sama berada di Breda. Hoofdcursus sebelumnya berada di Kampen, lalu dipindah ke Breda, efektif sejak 1 Oktober 1923. KMA adalah sekolah kadet (cadettenschool), sementara Hoofdcursus lebih spesifik sebagai cursus bij het Wapen der Infanterie. Hoofdcursus merupakan pelatihan untuk onderofficieren dengan rang letnan dua infantri, baik yang akan berdinas di Tanah Belanda sendiri mau pun di Hindia-Belanda.

s.s.'Prinses Juliana'. *)

Dinyatakan lulus ikut pendidikan di Breda ini,  koran De Sumatra Post 17 Juni 1925, mencatat Jan Kaseger sebagai salahseorang penumpang s.s.(steam ships=kapal uap) ‘Prinses Juliana’. Kapal tersebut bertolak dari pelabuhan Tanjung-Priok dengan tujuan Eropa. 


Ternyata, di Hoofdcursus Breda, Jan Kaseger menunjukkan kecemerlangan otaknya. Ketika pengumuman hasil akhir ujian KMA dan Hoofdcursus tahun 1926, De Indische Courant 26 Agustus 1926 dan sebelumnya Het Vaderland 23 Juli 1926 mencatat Kaseger berada di peringkat kedua dari 9 orang siswa kelas Infanterie Nederlandsch-Indie Leger, dibawah nama E.P.Bouman, dan di atas J.H.M.Schenk. Para siswa lainnya, termasuk Biekart dan juga A.F.Kunst yang berada di kelas Administratie Nederlandsch-Indie leger berhasil lulus dengan bersyarat.


Nieuwe Tilburgsche Courant 19 Agustus 1927 dan De Tijd 20 Agustus 1927 memberitakan Sersan Jan Kaseger dinyatakan lulus ujian officier infantri, bersama 8 orang rekan lainnya. Ia segera dibenum menjadi Letnan Dua Infantri Oost Indisch Leger, bersama-sama J.H.Biekaart, dengan catatan untuk segera kembali ke tempat bertugas di Indonesia.


Koran Het Vaderland 6 Desember 1927 yang memberitakan pelantikannya sebagai Letnan Dua, malah, mencatat di halaman lainnya, nama Kaseger sebagai penumpang s.s. 'Vondel' dibawah nahkoda M.P.Morzer Bruyns yang dijadwal bertolak dari Amsterdam tanggal 6 Desember itu, dengan tujuan Batavia. 



Tiba di Batavia, Letnan Dua Jan Kaseger tidak beristirahat. Algemeen Handelsblad 23 Januari 1928 memuat penempatannya di Batalion 7 KNIL di Magelang.


Awal tahun 1930 Letnan Dua Kaseger dimutasi, dari Batalion infantri ke-7 Magelang, ke pasukan di Aceh.


Di Aceh, terhitung mulai tanggal 29 Agustus 1930, ia memperoleh promosi kenaikan pangkat sebagai Letnan Satu, bersama temannya Biekaart. Karena prestasinya di tahun 1931, seperti diberitakan Bataviaasch Nieuwsblad 1 Oktober 1931 ia memperoleh penghargaan Bronzen eerepenning voor menchlievend hulpbetoon.



Ketika bertugas di Garnizun Geumpang Aceh, untuk penghargaan masa dinasnya yang sudah delapan tahun, di tahun 1935, koran Bataviaasch Nieuwsblad 11 Oktober 1935 mencatat, kalau terhitung per tanggal 1 Februari 1936 Letnan Satu Jan Kaseger diberi verlof ke Eropa selama sepuluh bulan. 


Pulang dari cuti dengan s.s.'Sibajak' di tahun 1936, Letnan Satu Jan Kaseger bertugas kembali di Magelang, yakni di Batalion Infantri ke-1. Kemudian, di akhir tahun 1938 dimutasikan ke Garnisunbatalion Maluku di Ambon. 



Ketika bertugas di Maluku, De Sumatra Post 10 Juli 1939 memberitakan Letnan Satu Jan Kaseger memperoleh promosi kenaikan pangkat menjadi Kapten. Promosi Kapten bersama 6 rekan Belandanya terhitung mulai tanggal 30 Juni 1939.

KELUARGA
Berita lain tentang dinas militer Kaseger tidak ada lagi. Namun, banyak diketahui, Kapten Jan Kaseger kembali ke Manado setelah Jepang menduduki Indonesia.

Setelah memadamkan pemerintahan Merah-Putih di Manado, Jan Kaseger diangkat Belanda menjadi penguasa militer KNIL untuk wilayah Manado dan Minahasa dengan pangkat Mayor. Tapi, tidak berselang lama ia dipindahkan ke markas KNIL di Jakarta, dan sesudah pensiun, memilih tinggal di Belanda.

Jan Kaseger meninggal di Amsterdam tanggal 14 Januari 1951 dalam usia masih terbilang muda, 48 tahun.


Kematian pensiunan Major KNIL Jan Kaseger dimuat dalam familieberichten De Telegraaf 17 Januari 1951, sementara iklan duka keluarganya muncul di de Vrije Pers 25 Januari 1951. 


Tidak banyak diketahui soal keluarganya. Apakah dia pernah menikahi wanita Belanda, tidak ada data diperoleh. Hanya, dari berita koran dapat diketahui kalau Jan Kaseger memperistri wanita Minahasa pula. Ia baku ipar dengan Mayjen Didi Kartasasmita, bekas alumni KMA Breda. 



Istri Kaseger bernama Wilhelmina Juliana Ruata, adalah anak mantan Hukum Besar Ratahan dan Manado Peter Frederick Ruata. Wilhelmina kelahiran Tanawangko15 Mei 1911 dan menjadi warganegara Belanda dengan naturalisasi, meninggal dunia tanggal 3 September 1969 di Amsterdam. Sementara ibu mertua Jan Kaseger meninggal di Surabaya 2 Desember 1955. ***

         *). Foto Koleksi KITLV Digital Media Library, dan maritiemdigitaal.nl.
Posting Komentar